LOBAR—Kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) dengan perusahaan platform pemesanan tiket daring (online) terbesar di Asia Tenggara, Easybook, mulai terasa efeknya. Modernisasi Pelabuhan Senggigi menarik minat perusahaan kapal cepat memasukkan Pelabuhan Senggigi sebagai bagian dari jalur rute mereka. Hal ini menambah jumlah kapal cepat yang sudah lebih dulu menggunakan pelabuhan yang diproyeksikan menjadi pintu masuk utama wisata dari Bali menuju Lombok itu.
Kepala Dinas Perhubungan Lobar, Muhammad Hendrayadi, menerangkan proses kerja sama dengan Easybook sedang dalam tahap pemeliharaan dan penyiapan perangkat teknis. Termasuk pemasangan alat pendukung untuk menunjang kenyamanan pelabuhan.
“Kepercayaan kepada Pelabuhan Senggigi menjadi bertambah dengan adanya Easybook, dibuktikan dengan sudah munculnya trip baru oleh operator baru, yaitu PT Semayawan,” ujar Hendrayadi yang dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (23/4).
Meski sistem tiket daring ini akan mulai diterapkan Mei mendatang, operator kapal cepat itu sudah mengonfirmasi rute mereka kepada pihak Dinas. Dari Bali ke Lombok, termasuk rute Bali ke Gili yang melalui transit di Senggigi. Kehadiran operator baru ini dianggap sebagai realisasi visi Pemda Lobar memperkuat konektivitas antarwilayah.
Bahkan Hendra mengungkapkan penambahan frekuensi perjalanan (trip) di Senggigi mengalami kenaikan yang sangat drastis. Jika sebelumnya pelabuhan ini hanya melayani tujuh trip dari dua operator perusahaan kapal cepat, kini dengan terkonfirmasinya perusahaan baru itu, jumlahnya akan melonjak menjadi sekitar 10 sampai 12 trip setiap harinya.
“Kalau ini bisa berjalan, secara riil kerja nyatanya Pak Bupati itu terwujud karena adanya penambahan trip yang cukup signifikan, dari dua saat ini plus Semayawan menjadi tiga operator,” tambahnya.
Pengadaan fasilitas fisik yang krusial bagi operasional pelabuhan modern sedang dipersiapkan oleh Easybook. Beberapa perangkat yang akan disiapkan untuk menunjang layanan di dermaga antara lain watergate dan monitor pemantau. Selain itu, pihak Easybook juga menyiapkan tenaga pendukung untuk membantu proses check-in penumpang.
“Dia juga menyiapkan tenaga untuk check-in-nya karena semua melalui sistem,” jelas Hendrayadi.
Masuknya operator kapal yang baru itu menambah rasa optimistis peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pelabuhan Senggigi. Sebab, penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan melalui pelabuhan itu meningkat. Dishub mencatat pada 2025 angka penumpang yang naik dari Pelabuhan Senggigi total mencapai 40.070 orang dan penumpang turun ke Pelabuhan Senggigi 40.018 orang. Angka ini naik dari tahun 2024 sebanyak 22.586 penumpang naik dan 27.988 penumpang yang turun ke Pelabuhan Senggigi.
Bahkan, awal 2026 ini angka penumpang di Pelabuhan Senggigi mengalami tren positif. Pada bulan Januari tercatat penumpang yang naik sebanyak 1.615 orang dan yang turun 1.694 orang. Meningkat di bulan Februari sebanyak 1.641 orang untuk penumpang yang naik dari Pelabuhan Senggigi dan 1.753 orang yang turun. Angka ini terus meningkat di bulan Maret sebanyak 1.851 orang untuk penumpang yang naik dari Pelabuhan Senggigi dan 2.236 orang turun ke pelabuhan itu.Peningkatan aktivitas ini secara langsung memberikan angin segar bagi PAD. Di mana realisasi PAD sektor jasa labuh dan pas pelabuhan pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp500 juta.
Hendra bahkan cukup optimistis menambah target PAD tahun ini dari Pelabuhan Senggigi itu dua kali lipat. Dari target awal PAD 2026 sebesar Rp700 juta menjadi Rp1,2 miliar saat APBD Perubahan 2026 mendatang.
“Dua kali lipat, malah saya yakin bisa,” ucapnya optimistis.
Faktor pendukung lain yang memperkuat optimisme ini adalah tren kenaikan harga tiket pesawat yang membuat jalur laut menjadi pilihan alternatif utama bagi wisatawan. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi pelabuhan di Lobar untuk menangkap pasar wisatawan yang mencari efisiensi biaya perjalanan tanpa mengurangi kenyamanan. Selain itu, Hendra juga mulai melirik potensi pengembangan pelabuhan di wilayah Lobar bagian selatan. Hendrayadi menyebutkan ada rencana untuk memikirkan dermaga di wilayah selatan agar tersedia trip langsung dari Bali, baik itu menuju Pelabuhan Tawun maupun Tembowong. (win)
