CEK IPAL: Koordinator Wilayah BGN, Muhammad Ihsan, turun mengecek fasilitas SPPG di Janapria Sabtu, (04/04) di Janapria. (ist)

MATARAM — Pasca penutupan sebanyak 302 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Nusa Tenggara Barat (NTB), langkah cepat dilakukan di tingkat daerah. Di Kabupaten Lombok Tengah, Koordinator Wilayah BGN, Muhammad Ihsan, turun langsung memantau sejumlah SPPG guna memastikan proses pembenahan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Didampingi beberapa kepala SPPG, Ihsan melakukan peninjauan ke berbagai titik dapur layanan gizi yang tersebar di wilayah Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan komitmen para mitra dalam memperbaiki fasilitas dapur agar memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh BGN.

“Kita ingin menekankan kepada seluruh mitra SPPG untuk berkomitmen dalam pemenuhan standar fasilitas SPPG,” ujar Ihsan di sela-sela kegiatan monitoring Sabtu, (04/04) di Janapria.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemantauan di 12 kecamatan yang menjadi lokasi berdirinya SPPG di Lombok Tengah. Dari hasil kunjungan tersebut, ditemukan bahwa sejumlah mitra mulai melakukan pembenahan, meski masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan.

“Kami memastikan komitmen dan keseriusan mitra SPPG dalam membenahi dan melengkapi sarana maupun prasarana SPPG agar sesuai dengan standar BGN RI,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses reaktivasi SPPG yang sempat ditutup, sehingga pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *