LOTENG – Jutaan masyarakat Indonesia telah merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), salah satunya seperti Sri Risnawati. Pekerjaan Sri, sapaan akrabnya, sehari-hari adalah sebagai ibu rumah.
Sri yang merupakan warga Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur ini menceritakan pengalamannya ketika menggunakan JKN. Tahun lalu ia sempat menjalani rawat inap beberapa hari di rumah sakit saat mengalami keguguran.
Terakhir Sri terkena sakit demam, batuk, filek dan indikasi syaraf kejepit dari bahu hingga lengan kanan beberapa waktu yang lalu. Kemudian ia berobat dan mendapatkan pelayanan yang memuaskan serta tidak dipungut biaya. Ia merasa tenang dan lega karena terbantu oleh Program JKN saat membutuhkan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan.
“Ketika keluarga kita ada yang sakit, tidak perlu lagi bingung biaya berobat, karena sudah ada Program JKN yang menanggungnya. Seperti beberapa waktu yang lalu saya merasakan batuk, filek dan indikasi syaraf kejepit di bahu sampai lengan, kemudian saya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Karena Kartu BPJS Kesehatan tidak bisa dicetak, lalu petugas menerangkan bahwa periksa bisa pakai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah diperiksa oleh dokter, saya didiagnosa syarat kejepit dianjurkan untuk ke rumah sakit guna melakukan pemeriksaan selanjutnya,” ujar Sri.
Berbekal surat rujukan, Sri langsung menuju ke poli sesuai dengan rujukannya. Di Poli tersebut Sri menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Pelayanan yang saya dapatkan sangat baik, petugas tim medis juga sangat cekatan dan ramah, administrasi pun mudah dan praktis. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, dokter menyarankan untuk menjalani terapi di tiang fisioterapi,” cerita Sri.
Vita merasakan sebulan lebih mendapatkan pelayanan yang sangat memuaskan saat melakukan terapi. Petugas fisioterapi sangat ramah dan sigap membantu. Ruangannya sangat bersih mencerminkan citra rumah sakit.
“Bersyukur, saya tidak perlu lagi mengeluarkan uang dari kantong pribadi untuk membiayai pengobatan. Pelayanannya sangat nyaman selama menjalani terapi dan tidak ada perbedaan pelayanan. Dokter maupun perawat sangat baik dan ramah dalam melayani keluhan saya. Selain itu, proses administrasinya juga cukup simpel dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengurusnya,” katanya.
Sri berharap ke depannya pemerintah dapat mempertahankan program ini karena jaminan kesehatan sangat dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat dan berpesan agar masyarakat yang mampu, agar selalu menyetor iurannya secara rutin setiap bulan.
“Kami bersyukur sekali menjadi peserta JKN, manfaat yang dirasakan sangat luar biasa mulai dari preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Harapan saya, meskipun kita sudah memiliki JKN tetapi harus tetap sehat, disimpan saja kartunya untuk berjaga-jaga,” ucap Sri.
Ia dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu dan menjamin biaya kesehatan tidak hanya keluarganya, melainkan ke seluruh masyarakat Indonesia.
“Sungguh bersyukur, menurut saya kehadiran program JKN terbukti sangat membantu saya dan masyarakat luas. Semoga program JKN terus berlangsung dan selalu meningkatkan pelayanan. Ayo kita sama-sama membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat, dengan sehat, kita dapat menikmati makan dan minum, ibadah, serta aktivitas hidup lainnya,” tutupnya. (*)
