MATARAM — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menggelar rapat koordinasi penyusunan strategi promosi pariwisata di Aula Kantor Disparekraf NTB, Senin (2/2). Rapat tersebut membahas rencana kerja promosi melalui kegiatan Famtrip Lombok–Sumbawa 2026.
Pertemuan ini dihadiri Kepala Disparekraf NTB, H. Lalu Ahmad Nur Aulia, didampingi Sekretaris Disparekraf NTB, Mulki. Sementara dari BPPD NTB hadir Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, bersama jajaran anggota.
Bidik Pasar Global dan Kerja Sama B2B
Dalam pemaparan materinya, Ketua BPPD NTB Sahlan M. Saleh menyampaikan bahwa Famtrip Lombok–Sumbawa 2026 dirancang untuk menyasar 50 buyer potensial yang merupakan peserta Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) Bali 2026. Para buyer tersebut berasal dari agen perjalanan kawasan Asia, Amerika, dan Eropa yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan destinasi wisata Indonesia Timur.
“Kegiatan ini menggabungkan dua pendekatan utama, yakni experience based melalui kunjungan langsung ke destinasi dan business based melalui forum free dealing untuk membuka peluang kerja sama langsung antara buyer internasional dan pelaku industri pariwisata lokal,” ujar Sahlan.
Rangkaian Wisata: Budaya, Alam, hingga Mandalika
Famtrip direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan pengalaman wisata yang komprehensif di NTB. Pada hari pertama, peserta dijadwalkan melakukan perjalanan dari Bali menuju Gili Trawangan, dilanjutkan kunjungan ke Islamic Center Hubbul Wathan, serta jamuan makan malam di Taman Mayura.
Hari kedua akan diisi dengan eksplorasi wisata budaya, mulai dari Desa Ende dengan atraksi Peresean, kunjungan ke sentra tenun Sukarara, pembuatan gerabah di Banyumulek, hingga agenda utama berupa track day di Sirkuit Internasional Mandalika.
Sementara pada hari ketiga, peserta akan diajak menikmati keindahan alam Air Terjun Benang Kelambu yang merupakan bagian dari Geopark Rinjani, sebelum kembali ke Bali.
Dorong Dampak Ekonomi dan UMKM Lokal
Selain promosi destinasi, program Famtrip Lombok–Sumbawa ini juga dirancang untuk mendorong dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal. Hal ini dilakukan melalui penyediaan suvenir khas NTB serta sesi showcase produk unggulan daerah.
BPPD NTB menilai kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata mandiri yang menawarkan perpaduan budaya otentik, keindahan alam, dan pengalaman modern.
“Konsep ini masih akan dibahas lebih lanjut. Finalisasi dan keputusan tetap kami serahkan kepada Kepala Dinas,” kata Sahlan.
Sementara itu, Kepala Disparekraf NTB, H. Lalu Ahmad Nur Aulia, menyampaikan apresiasi atas gagasan Famtrip Lombok–Sumbawa dan memastikan rencana tersebut akan dikaji lebih lanjut oleh jajarannya. (hms)
Keterangan Foto:
Kepala Disparekraf NTB, H. Lalu Ahmad Nur Aulia (tengah) didampingi Sekretaris Disparekraf NTB, Mulki dan Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh (kanan).