LOBAR – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tengah memfokuskan pengembangan destinasi wisata Orong Bukal yang berada di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong. Digadang-gadang menjadi ikon wisata baru dengan keindahan alam serupa kemegahan Raja Ampat di Papua.
Kepala Disparpora Lobar, Agus Gunawan, berkomitmen memoles Orong Bukal agar siap bersaing di kancah internasional. Sebab Agus menyakini potensi besar dimiliki lokasi ini, akan semakin diminati jika mendapat penanganan yang tepat. Sehingga daya tarik alaminya tetap terjaga dengan memberikan kenyamanan bagi para wisatawan.
“Kita fokus pengembangan destinasi ini,” terang Agus yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (26/1).
Pemerintah daerah telah menyusun langkah-langkah strategis untuk memperbaiki aksesibilitas dan fasilitas di lapangan. Salah satu fokus utama adalah penataan area parkir, kebersihan toilet, serta penyediaan sentra kuliner lokal yang representatif.
“Rencananya kita mulai dari titik awal hingga selesai. Anggaplah titik start itu ada di parkiran, dengan kondisi toilet yang bersih, kemudian ada sedikit kuliner di sana. Jelas, parkiran menjadi prioritas awal kami,” ujar Agus.
Selain fasilitas dasar, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Mengingat lokasinya yang berada di perbukitan dengan tebing yang curam, pihaknya akan memasang pagar pengaman atau railing untuk melindungi pengunjung. Penyesuaian jalan juga dilakukan agar lebih landai dan mudah dilalui, baik bagi pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.
“Dari parkiran (plang) Welcome Orong Bukal dari situ ojek-ojek itu sedia disana. Biasanya orang lokal yang pakai ojek kalau bule-bule lebih suka berjalan kaki,” terang Agus.
Dispar sudah menyiapkan konsep khusus konsep wisata minat khusus (special interest tourism) untuk orang bukal. Destinasi ini menyasar wisatawan yang menyukai aktivitas luar ruang seperti olahraga ekstrem dan petualangan alam. Hal ini didasarkan pada karakteristik medan Orong Bukal yang sangat cocok bagi pecinta hiking dan bersepeda motor lintas alam.
“Secara masterplan yang kita susun, Orong Bukal ini termasuk destinasi wisata minat khusus, seperti olahraga ekstrem. Wisatawan asing biasanya sangat senang berjalan kaki (has) di sini, sementara warga lokal banyak yang menikmati jalur motor,” jelasnya di dampingi tim pengembang wisata Dispar Lobar, Eka Putu Budi.
Terdapat tiga pos pantau atau gardu pandang yang dibangun di titik-titik strategis. Setiap pos menawarkan sudut pandang berbeda terhadap keindahan laut dan batuan karang yang menyerupai gugusan pulau di Raja Ampat. Di area bawah, terdapat pula lahan yang potensial untuk dikembangkan sebagai camping ground bagi wisatawan yang ingin menginap.
“Jadi memang khusus untuk para wisatawan minat khusus,” ucapnya.
Berdasarkan data dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, angka kunjungan wisatawan pada akhir pekan saat ini sudah mencapai 200 hingga 400 orang. Pemerintah optimistis angka ini akan meningkat drastis hingga ribuan orang jika tata kelola dan infrastruktur sudah rampung sepenuhnya.
“Apa yang kita jual di Orong Bukal adalah view alam. Ke depan, kita akan bangun semacam half amphitheater atau gardu pandang yang juga memberdayakan warung-warung lokal. Jadi, selain berwisata, ada perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambah Agus.
Dengan perpaduan keindahan alam yang eksotis dan pengembangan fasilitas yang terukur, Orong Bukal diharapkan tidak hanya menjadi primadona baru di Lombok, tetapi juga mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk merasakan pengalaman “Raja Ampat” di wilayah Indonesia Timur lainnya.(win)
