LOBAR – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memastikan distribusi makanan bagi siswa tetap berjalan maksimal sekolah terdampak bencana banjir. Dimana bencana banjir yang melanda kawasan Sekotong dan Labuapi membuat beberapa sekolah terpaksa meliburkan siswanya akibat terdampak bencana.

Ketua Satgas MBG Lombok Barat, H. Saeful Ahkam, menegaskan bahwa pelayanan terhadap siswa merupakan prioritas utama yang tidak boleh terputus. Menurutnya, jika terdapat sekolah yang sempat libur dalam beberapa hari, jatah MBG akan dikelola dengan sistem repel agar hak siswa tetap terpenuhi.

“Jadi nanti diakumulasikan berapa hari libur itu, dan akan diberikan saat masuk,” terang Ahkam yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (23/1).

Proses distribusi telah mempertimbangkan berbagai variabel di lapangan, termasuk masa transisi manajemen di tingkat Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG). Ia menyebut adanya kesepakatan-kesepakatan strategis untuk menjaga kelancaran program di masa peralihan.

“Untuk MBG bagi mereka, mungkin diakumulasi sifatnya. Katakan ada yang libur berapa hari, itu diakumulasi. Tapi tetap harus dilayani,” ujarnya.

Asisten 1 Setda Lobar itu menambahkan bahwa kendala teknis seperti adanya SPPG baru atau pengalihan koordinasi antar wilayah telah diantisipasi melalui komunikasi intensif.

“Kemarin kan sempat libur sekolah, terjadi peralihan-peralihan juga karena ada SPPG baru. Kemudian ada kesepakatan oleh koordinator wilayah, mereka dilimpahkan oleh sentra SPPG yang baru,” tambahnya.

Program ini menyasar berbagai sekolah yang sempat mengalami penyesuaian jadwal, termasuk di antaranya SDN 3 Gunungsari, SDN 1 Sekotong Tengah, hingga wilayah Buwun Mas. Satgas memastikan bahwa setiap hari sekolah yang terlewat akan mendapatkan kompensasi layanan pada hari lain guna memastikan target kecukupan gizi tercapai.

“Pasti itu diperhitungkan. Kan kalau tidak masuk ada pemberitahuannya. Biasanya kalau tidak dapat hari itu, diganti sama hari lain,” tegas Ahkam.

Meskipun Lombok Barat dinilai sebagai salah satu wilayah yang paling aktif dalam menjalankan program MBG dibandingkan daerah lain, Saeful Ahkam mengakui masih adanya ruang untuk perbaikan. Terutama dalam hal koordinasi lintas sektor. Satgas berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas kerja sesuai dengan instruksi pimpinan daerah.

Pihak Satgas juga telah menerbitkan surat edaran sebagai panduan teknis bagi seluruh pihak yang terlibat. Langkah ini diambil sebagai respons atas evaluasi yang dilakukan bersama Bupati guna memastikan program berjalan lebih maksimal dan tertib administrasi.

“Kami sudah buatkan surat edaran tentang panduan-panduan, keharusan ini-itu, agar koordinasi lebih maksimal. Kami berupaya membuat formula yang tepat agar semua berjalan lancar,” tutupnya.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *