PRAYA – Puluhan hectare padi di Dusun Pemantek Lauq, Desa Persiapan Perako, Kecamatan Janapria terancam gagal panen. Padi petani di sana diserang penyakit blas namanya.
Ketua Kelompok Tani Pade Angen, H Sukri pada Radarmandalika.id mengatakan, persoalan yang dihadapi petani mendekati usia panen kali ini. Ada 44 anggota kelompok tani padi juga ancaman gagal panen.
“Secara pribadi saja empat hektare sawah yang ditanmi padi semua terserang penyakit blas,” ceritanya,Selasa kemarin.
Sukri juga menambahkan, bahwa ini adalah pertama kalinya petani menanam padi yang diberikan pemerintah. Jenis baru yakni, Inpari 32, yang pada sosialisasinya pemerintah, melalui Petugas Lapangan Pertaniannya kepada masyarakat ,merupakan jenis padi unggul dan kebal terhadap penyakit.
“Tidak ada harapan kami, apa yang disosialisasikan jenis padi yang kebal penyakit dulu tidak sesuai dengan kondisi saat ini,” ceritanya.
“Kerugian diperkirakan ratusan juta, karena kalau berbicara estimasi dalam biaya tanam sampai panen per hektare bisa mencapai 5 juta,” ungkap dia.
Pantauan radarmandalika.id di lapangan, menemukan di Kecamatan Janapria dibeberapa desa mengalami kondisi sama. Seperti Desa Lokon, Desa Tibu Sisok dan Desa Bakan.(r2)