600 KK di Setiling jadi Korban Janji Palsu

f AAA rusak

BUYUNG/RADAR MANDALIKA BANGUNAN: Rumah warga di Dusun Gunung Borok belum juga diperbaiki pascadiguncang gempa setahun lalu.

PRAYA – Warga Dusun Gunung Borok Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara mengaku jenuh dengan janji palsu pemerintah. Pasalnya, sudah setahun lebih rumah warga korban gempa belum juga diperbaiki.

Anwar salah satu warga mengatakan, sampai sekarang tak sedikitpun ada perhatian pemerintah untuk warga korban gempa bumi. “Mulai dari sembako atau apapun, kita tidak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah desa, kabupaten, maupun pusat,” keluhnya pada Radar Mandalika, kemarin.

Untuk survei seringkali dilakukan.“Saat ini kami sudah tidak percaya lagi ketika ada yang datang untuk menanyakan hal tersebut,” ungkapnya tegas.

 Katanya, semua instansi hanya memberi harapan palsu kepada warga. Pihak desa terakhir datang Desember 2019 untuk survei, namun tidak diperdulikan lagi.

“Kami sudah bosan melaporkan karena tidak di respons, termasuk pemerintah desa,” bebernya.

“Habis mau bagaimana lagi pak, untuk beli spandek saja kita tidak mampu, bahkan ada rumah warga dari sejak awal gempa 2018 sampai saat ini, masih belum diperbaiki sama sekali,” ujarnya.

Anwar melanjutkan, warga Dusun Gunung Borok sendiri baru ada satu orang dapat bantuan.” Selain itu ada dua dusun dapat bantuan secara keseluruhan, yaitu Lingkok Lime dan Setepak,” bebernya lagi.

Sementara, Sekdes Setiling, Nurman mengatakan, tahun 2019 ribuan warga didata dan data sudah masukan ke Dinas Perkim. Kabarnya, 2020 ini pemdes akan verifikasi lagi berkas.
“Entah kenapa tidak mendapat kejelasan dari Perkim mengenai tindak lanjut pembangunan rumah warga,” ujarnya.

Ditambahkan Kadus Gunung Komak desa setempat, Zakaria menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan perintah langsung dari Kades untuk mengecek data ke Perkim. Pihak Perkim menyampaikan jika data warga tak bisa ditindaklanjuti ke BPBD. Beredar kabar, 600 kepala keluarga (KK) batal menerima bantuan hasil verifikasi.

“Total ribuan rumah yang sudah kami ajukan, namun ada 600 rumah ini yang datanya belum dilanjutkan ke BPBD,” ceritanya.

Bahkan sempat pada Desember 2019 warga mengancam akan demo ke kabupaten.” Jika seperti ini terus ujung-ujungnya yang kena hujat warga kami pemerintah desa,” sebut kadus.(cr-buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

UIN Mataram Tertutup? Mahasiswa Ancam Demo

Read Next

Seribu Lebih Jamaah NTB Gagal Umrah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *