HUMAS LOBAR FOR RADAR MANDALIKA KUNJUNGAN : Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI, Joni Supriyanto Didampingi Bupati Lobar, H Fauzan Khalid bersama Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat melihat kondisi pembangunan RTG di Desa Kekait Gunungsari, kemarin.

LOBAR–Masa transisi rehap rekon untuk Rumah Tahan Gempa (RTG) berakhir 31 Maret mendatang. Namun hingga kini, masih ada ribuan rumah gempa yang belum menerima dana transfer dari pusat untuk perbaikan rumah.

Berdasarkan data Pemkab Lobar masih ada sekitar 4 ribu lebih Kepala Keluarga (KK) usulan tahap dua belum menerima. Mepetnya waktu itu membuat pihak Pemkab Lobar berharap dana bantuan pusat itu bisa dihibahkan untuk dikelola Daerah. Sehingga pembangunan 4 ribu lebih rumah bisa berlanjut meski sudah lewat masa transisi.

“Kita berharap sisa-sisa pembangunan yang belum selesai itu, dananya  diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai hibah. Untuk menyelesaikan itu rumah,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lobar, HL Winengan yang dikonfrimasi di ruang kerjanya, kemarin.

Pihaknya tidak mempermasalahkan nantinya akan dititip di dinas dimana hibah anggaran RTG itu. Sebab Winengan hanya ingin RTG bagi masyarakat itu bisa terbangun.

“Mau taruh di Perkim, PU atau BPBD silakan. Jadi bisa tanggungjawab kita, kalau sekarang kan ada pendampingan fasilitator,” terangnya.

Permintaan hibah itu, dikatakan Winengan sudah diajukan pihaknya kepada pemerintah pusat. Namun hingga kini pihaknya masih menunggu jawabannya.

Sebelumnya hal senada juga disampaikan, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Lobar, Mahnan. Menurutnya jika anggaran itu dihibahkan, maka pengelolaan pembangunan RTG menjadi tanggung jawab Pemkab Lobar.

“Namun kan sekarang ini semua kebutuhan disiapkan pusat. Sementara 31 Maret itu bagi kami tetap progress, walaupun tidak mencapai 100 persen,” jelasnya pada Akhir Februari lalu.

Meski demikian, seluruh anggaran yang sudah dikucurkan BNPB sudah disalurkan pihaknya kepada masyarakat. Sesuai penekanan pihak BNPB agar segera dibangunkan rumah mengunakan dana itu. Sebab jika tidak dana itu akan ditarik kembali.

Diakuinya untuk tahap dua, dari 4 ribu penerima baru 513 KK dengan dana sekitar Rp 25 miliar yang sudah ditransfer. Sisanya masih menunggu proses dari pihak BNPB.

“Kalau masalah apakah masih ada masyarakat terdampak gempa belum menerima bantuan, saya nyatakan masih. Karena usulan 4.332 KK itu, yang kami salurkan dananya dari tambahan Rp 45 miliar ditambah penarikan data anomaly sekitar 900 KK,” bebernyanya.

Sehingga ia mengatakan, untuk rumah kategori rusak berat saja masih tersisa 115. Belum lagi dengan sisanya yang rusak sedang dan ringan dari data usulan 4.332 KK itu.

“Nantinya apakah 31 Maret akan diperpanjang atau tidak, kami berharap (hibah) agar bisa segera menyelesaikan rehab rekon,” pungkasnya.

Meski demikian, sejauh ini untuk RTG usulan tahap pertama yang mencapai 72 ribu sudah hampir mencapai 100 persen seluruhnya. Bahkan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI, Joni Supriyanto datang langsung melihat RTG yang sudah jadi di Dusun Wadon, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, kemarin. Didampingi Bupati Lobar, H Fauzan Khalid bersama Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

“Peninjauan pembangunan RTG ini, kita pastikan pembangunan yang sudah jadi 100 persen dan sudah bisa ditempati oleh masyarakat korban gempa. Dan ada beberapa persen masih dalam progres untuk kita percepat pembangunannya,” ungkap Bupati Lobar H Fauzan Khalid.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *