10 Tahun jadi Wali Kota, Ahyar Pamitan

F Tunas Pamit

FOTO IST/RADAR MANDALIKA TUNAS PAMIT: Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh didampingi istri yang juga Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh saat menyampaikan sambutan dalam acara tunas pamit, kemarin (2/02).

MATARAM – Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh bersama istri yang sekaligus Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh menggelar acara tunas pamit sekaligus silaturrahmi bersama warga masyarakat di setiap kecamatan.

Senin kemarin (1/02), acara tunas pamit Wali Kota Mataram dua priode itu berlangsung di Kantor Camat Selaparang. Turut dihadiri Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi dan sejumlah anggota DPRD Kota Mataram. Hadir juga Camat Selaparang, Lalu Muksa Jalaludin, para lurah, tokoh agama dan segenap masyarakat di Kecamatan Selaparang.

Kecamatan Selaparang mendapat giliran acara tunas pamit Wali Kota Mataram. Setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Cakranegara, Sandubaya, dan Kecamatan Mataram. Kemudian pada hari ini (2/02), acara tunas pamit wali kota akan dilanjutkan di Kecamatan Ampenan. Berikutnya menyusul di Kecamatan Sekarbela.

Dalam acara tunas pamit di Kecamatan Selaparang, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat. Dengan nuansa kekeluargaan, acara tunas pamit ini diselimuti rasa keakraban.

Wali Kota Mataram dalam sambutannya mengajak warga masyarakat untuk selalu menjaga semangat persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman. Demi mewujudkan Kota Mataram yang tetap kondusif dan harmonis. “Ini menjadi spirit untuk meningkatkan pembangunan,” kata Ahyar.

Dia merasa bangga menjadi bagian dari warga Kecamatan Selaparang khusunya dan warga Kota Mataram umumnya. Meski nanti tidak lagi memegang jabatan struktural di Pemkot Mataram. Tetapi, Ahyar berjanji akan tetap berkontribusi untuk daerah Kota Mataram tercinta.

“Saya tidak akan pernah tunas pamit sebagai warga Kota Mataram. Saya akan terus menerus bersama elemen masyarakat untuk memberikan kontribusi untuk peningkatan pembangunan Kota Mataram,” cetus dia.

Semangat persatuan disebutnya merupakan salah satu kunci dan modal penting dalam membangun Kota Mataram di masa yang akan datang. Karena itu, sudah banyak prestasi dan pencapaian yang diraih berkat kerja sama warga masyarakat. “Kota Mataram menjadi variabel atau tolak ukur kemajuan pembangunan suatu daerah di Provinsi NTB,” ungkap Ahyar.

Selama menjabat Wali Kota Mataram dalam kurun waktu 10 tahun. Ahyar sudah menerima sebanyak 106 penghargaan. Penghargaan yang diraik tentu berkat persatuan dan kekompakan dari semua lapisan warga masyarakat di ibu kota Provinsi NTB. “PR (Pekerjaan Rumah) ke depan masih banyak yang harus diselesaikan,” kata Ahyar.

Dia tak lupa juga mengajak masyarakat untuk mendukung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram yang baru hasil Pilkada serentak 2020. Semua masyarakat untuk ikut andil dan mendukung pembangunan di Kota Mataram bersama pemimpin baru. Dengan menjaga kondusifitas maupun aktif dalam program pembangunan.

“Kita berikan dukungan kepada pemimpin yang akan datang,” ungkap Ahyar.

Di samping itu, Ahyar juga berpesan kepada pemimpin yang baru agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Juga tetap memelihara semangat persatuan dan mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada. Terlebih lagi di tengah situasi kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang yang notabane menjadi tantangan ke depan.

“Jangan biarkan matahari tenggelam tanpa makna,” ungkap dia. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sepenggal Cerita dari Kades Barejulat

Read Next

Kasus Pungli, Polisi Periksa 21 Fasilitator dan KSM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *