Waktu Kepulangan Dirahasiakan

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

JAKARTA-Bersama ratusan WNI lain yang menjalani karantina di Natuna, belasan warga Kaltim siap-siap kembali ke daerah asal setelah masa karantina selesai. Mereka sebelumnya berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Masa karantina dijadwalkan berakhir akhir pekan ini. Hal ini berdasar masa inkubasi virus novel corona (2019-nCoV) yang selama 14 hari.

Ketika masa karantina ini selesai, mereka akan dikembalikan ke Benua Etam. Untuk menjaga kondisi psikis, Pemprov Kaltim berencana merahasiakan jadwal kepulangan mereka. “Tidak boleh ada stigmatisasi terhadap mereka yang dikarantina. Orang-orang yang dikarantina belum tentu terkontaminasi. Mereka selama di sana (Natuna) diobservasi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim M Sa’bani seperti dikutip Kaltim Post (Jawa Pos Group), Selasa (11/2).

Karena itu, Sa’bani menyebut, pihaknya merahasiakan data-data mahasiswa tersebut. Namun, dia memastikan ada 14 orang dari Kaltim. Sementara ada satu orang dari Kaltara, tapi terdata di Kaltim. Jadi, ada 15 data mahasiswa yang disebut dari Kaltim. Kepulangan para mahasiswa ini disebut akan diurus pemerintah pusat. Namun, pihaknya masih terus berkoordinasi terkait kondisi mahasiswa asal Kaltim.

Di Natuna, para mahasiswa ini dipantau kesehatannya selama 14 hari. Apakah menunjukkan tanda-tanda terjangkit virus corona atau tidak. Jadi, ketika mereka sudah kembali ke Kaltim, dipastikan mereka bebas virus dan tak akan membawa wabah ke Kaltim. Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarti membenarkan, salah satu warga Balikpapan yang turut dikarantina di Natuna adalah mahasiswi.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendampingan. Saat ini, monitoring dan menjalin komunikasi dengan orangtua mahasiswi tersebut dilakukannya. Secara fisik, mahasiswi tersebut disebut sehat. Namun, setelah terisolasi di Tiongkok dan dikarantina di Natuna, tentu berdampak lain. “Tetapi, mungkin dia sehat namun kasus ini bisa berdampak ke psikologisnya,” sebutnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menambahkan, hingga kemarin, WNI di Natuna secara keseluruhan kondisinya baik. “Observasi kesehatan yang dilakukan sejak hari pertama datang, tidak ada ditemukan yang sesak napas, gangguan saluran pernapasan, batuk, atau flu berat sebagaimana gejala novel coronavirus,” ucapnya.

Keluhan kesehatan yang muncul hanyalah gatal-gatal yang diakibatkan air yang digunakan untuk mandi tidak bersih. Selain itu, selama karantina, mereka punya aneka kegiatan yang sudah dijadwalkan. Misal, kegiatan olahraga dan pembinaan rohani. Rencananya, durasi karantina para WNI ini tetap sesuai jadwal. Mereka akan dibawa ke Jakarta dahulu. Kemudian, diserahkan ke pemerintah daerah masing-masing.

Merebaknya virus korona di Kota Wuhan membuat para mahasiswa Indonesia di Tiongkok menunda untuk kembali ke Negeri Panda. Jumlah WNI di Tiongkok pun kini tinggal sedikit. Di sisi lain, pemerintah membantah bahwa tidak ada kasus korona di Indonesia disebabkan alat deteksi yang kurang canggih.(jpn)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Baliho “Keberhasilan Dokter Desa” Disorot

Read Next

Gubernur-Bupati Tandatangani Undangan Salah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *