Wilgo Putra Lombok Jadi Direktur PT PAL

IMG 20210618 WA0011

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Willgo Zainar

MATARAM – Willgo Zainar yang merupakan putra Lombok diangkat sebagai Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia (Persero) oleh
Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir.

“Benar (diangkat Direktur PT PAL),” kata Wilgo di konfirmasi di Mataram kemarin.

Pengangkatan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-196/MBU/06/2021 tertarikh 15 Juni 2021. Politisi Gerindra itu akan mengabdikan diri terbaik bagi BUMN.

“Selasa 15 September (saya diangkat),” katanya.

Wilgo berharap dengan adanya perombakan ini dapat membentuk sinergi dan kolaborasi agar dapat membuat PT PAL Indonesia (Persero) menjadi lebik baik ke depannya.

“Saya akan berusaha berbuat yang terbaik,” janji pria kelahiran Ampenan itu.

Data yang didapatkan koran ini Willgo adalah kader Partai Gerindra. Ia menjadi anggota DPR periode 2014-2019 mewakili Dapil I Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria kelahiran Ampenan, 25 Oktober 1968, ini lolos ke Senayan setelah memperoleh 55.192 suara.

Namun hasil perhitungan suara di Pileg 2014 itu sempat dilaporkan ke KPU NTB oleh kader Partai Gerindra karena ditengarai ada indikasi penggelembungan suara dalam kontestasi politik kala itu.

Pada Pemilihan Legislatif 2019-2024, Willgo kembali mencalonkan diri sebagai legislator. Namun ia gagal merebut kursi parlemen.

Di struktur organisasi Partai Gerindra, Willgo menjabat sebagai Bendahara Dewan Pimpinan Daerah NTB selama satu tahun mulai 2011 hingga 2012. Ia juga didapuk sebagai Dewan Pimpinan Daerah Gerindra NTB sejak 2012.

Sebelum menjadi kader Partai Gerindra, Willgo pernah diangkat sebagai Presiden Association of Amstrong University (ASAU) Berkeley pada 1993. Ia juga Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia periode 2009-2012.

Di luar dunia politik, Willgo adalah pengusaha ekspor meubel. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Nusa Terang Benderang Power.

Pada 2019 setelah gagal ke Senayan, Willgo mendaftar sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia lolos dalam daftar 15 nama yang direkomendasikan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD dan telah mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Namun ia tak masuk dalam kantong anggota BPK terpilih.

Jabatan Wilgo disambut baik warga NTB. Jabatannya di BUMN yang bergerak pada bisnis galangan kapal dangan kegiatan pembuatan kapal, general enginering dan juga pemeliharaan yang berdiri sejak 1939 membuat bangga warga NTB.

“Bang Willgo Alumni FEB (Fakultas Ekonomi Bisnis) Unram. Sebagai adik tingkat, tentu saya bangga dan turut berdoa. Semoga bang Willgo amanah akan jabatan barunya. Di belakang namanya ada NTB. Tentunya ada Unram,” terang pengamat ekonomi NTB, M Firmansyah terpisah.

Willgo orangnya kalem. Jebolan Amstrong University AS bidang marketing dan international bussiness.

“Insya Allah punya kapasitas mumpuni dalam bisnis sekaligus politisi,” katanya.

Di tengah ketidakpastian bisnis saat ini, jadi tantangan PT PAL bersama manajemen baru. Stigma BUMN selalu rugi harus ditepis dengan kerja cerdas dan terukur. Firmansyah mengatakan PT PAL Persero perlu pikirkan membangun ekosistem inovasi.

“Saya tidak tahu kita sudah punya atau belum. Bila sudah alhamdulillah. Bila belum perlu siapkan,” ungkapnya.

Ia mengatakan Indonesia harusnya jaya dalam ekonomi maritim. Karakternya harusnya demikian Ekosistem inovasi awal mulanya. Seperti di awal-awal Hewlett-Packart (HP) buat Sillicon Valley. Bentuknya berupa maritime industrial cluster.

“Setau saya Hongkong, Korea Selatan, Belanda dan Turki punya martim industrial cluster, ungkap dosen ekonomi Fakultas Ekonomi Unram itu.

Disitulah menjadi pusat inovasi maritim. Sehingga kawasan konsentrasi industri maritim inti dan turunan, jasa pendukung bisnis perkapalan dan lain-lain. Ekosistem inovasi menjadi cara strategis membangun ekonomi.

“Siapa tahu Global Hub KLU atau perairan Pulau Sumbawa pas jadi lokasi,” terangnya.

Firmansyah mengatakan standar sukses pembangunan industri salah satunya lahir pada kawasan industri. Bukan lahir satu-dua pabrik. Kemungkinan hulu hilir, foreward-backward bisnis terkoneksi semua.

“Namun saya percaya. Insya Allah Radar pikiran Bang Willgo dah mencakup banyak celah. Semoga manajemen PT. PAL Baru beri angin segar bagi Indonesia. Jadi contoh tata kelola BUMN sehat dan bersih,” harapnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dewan Loteng Sorot Jalan Rusak

Read Next

Polres Loteng Diminta Tangani Kasus Penusukan di Rembitan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *