Warga Tangkap dan Gebuk Maling Sapi di Lotim

F AMANKAN

IST / RADAR MANDALIKA AMANKAN : Penyamun sapi siang bolong yang tertangkap warga setelah menabrak pembatas jalan, TKP Desa Madayin Kecamatan Sambelia Lotim.

LOTIM – Aksi maling sapi siang bolong, terjadi di Dusun Mekar Sari Desa Madayin Kecamatan Sambelia Lombok Timur (Lotim). Pelaku apes ini berhasil diamankan warga, setelah mobil pikap dengan nomor polisi (Nopol) DR 8447 KH, digunakan mengangkut sapi, menabrak beton pembatas jalan, saat berusaha melarikan diri. Kejadiannya, sekitar pukul 14.30 Wita, Selasa (31/4) lalu.

Pelaku tersebut, inisial WIL,31 tahun asal Kecamatan Suela Lotim. Setelah berhasil diamankan warga, dan menghindari terjadinya main hakim sendiri, pelaku langsung diserahkan ke Polsek Sambelia.

Kronologisnya, siang itu korban berangkat ke kebunnya untuk memberi sapinya makan dan minum. Tetapi sesampai dikebun, ia melihat sapinya sudah tidak ada terikat. Tapi beberapa meter, dilihatnya ada mobil pikap yang rupanya mengangkut sapi miliknya. Spontan, korban berteriak maling.

Pelaku yang panik, langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi. Warga yang mendengar teriakan korban, sempat membantu mengejar pelaku. Sampai kemudian, usaha pelarian pelaku berakhir. Setelah menabrak pembatas jalan raya sampai rusak, mengakibatkan mobil digunakan pelaku penyok.

Kerumunan warga makin tak terhindarkan, setelah pelaku berhasil diamankan. Namun menghindari pelaku menjadi bulan-bulanan warga, langsung diserahkan ke kantor Polsek Sambelia. Korban menderita kerugian hingga Rp 10 juta.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan barang bukti diamankan, kendaraan pick up dan sapi milik korban. Korban juga langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Sambelia, dengan nomor LP/ 06 /III/2020/NTB/Res. Lotim/Polsek Sambelia.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa Utama SE SIK, mengatakan, pelaku yang tertangkap basah pemilik sapi yang dicurinya, saat ini sedang dalam proses pemeriksaan dan pengembangan di Polsek Sambelia. Karena diduga kuat, aksi serupa sering dilakukan pelaku.

“Kasus ini akan terus kita kembangkan, tidak menutup kemungkinan ada Tempat Kejadian Perkara (TKP) lain,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat tetap waspada, jangan sampai menjadi korban kejahatan 3C. Kasus yang menimpa korban asal Desa Madayin ini, patut menjadi pelajaran, agar kewaspadaan itu tetap. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ayah Tega Cekik Anak Kandung Sembari Direkam

Read Next

Zul Tak Mau Tutup Bandara dan Pelabuhan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *