Warga Minta Oknum Kadus Bawa Minuman Keras ke Musala Dipecat!

F demo

KHOTIM/ RADAR MANDALIKA AKSI: Massa aksi saat melakukan orasi menuntut pemberhentian Kadus Montong Praje Barat Desa Pengenjek secara permanen, Senin kemarin.

PRAYA-Warga Dusun Montong Praje Barat, Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat melakukan aksi demi ke kantor desa setempat, Senin (24/05). Puluhan warga melakukan aksi buntut dari kebijakan kepada desa yang memberhentikan sementara Kepada Dusun Montong Praje Barat. Warga menilai tindakan yang sudah dilakukan sang kadus tersebut mestinya mendapat sanksi pemberhentikan secara permanen. Sebab, tindakannya yang membawa minuman keras (miras) ke tempat ibadah oleh terduga kadus sangat bertentangan dengan agama dan melanggar hukum.
“Haruskan pemimpin semacam ini tidak dibiarkan,” tegas Munawir perwakilan warga saat orasi.
Dijelaskannya, buntut dari persoalan tersebut saat, anak usia sekolah dasar ditemukan membawa minuman keras dan ketika ditanya mengaku disuruh kadus.
Hal ini juga ditegaskan Heriadi sebagai korlap aksi, dia menyebutkan tidakan itu terjadi di musala Nurul Iman Dusun Praja Barat. Bahkan anak itu sebutnya, sempat menawarkan minuman tersebut kepada orang di sekitarnya.
“Masyarakat merasa dirugikan dengan tindakan ini,” bebernya.
Dia bersama warga setempat mendesak kepala desa agar melakukan pemberhentian secara permanen terhadap yang bersangkutan. Tidakan itu sebutnya, sudah menganggu ketenangan dan ketertiban umum, terlebih hal tersebut dilakukan oleh seorang pemimpin yang mestinya menjadi penganyom di tengah masyarakat.
Sementara, Ketua badan permusyawaratan desa (BPD) Desa Pengenjek Herman kepada Radar Mandalika menerangkan, ia tidak menyalahkan warga mendesak pemerintah desa untuk membuat SK pemberhentian permanen kepada sang kadus. Sebab pemdes mempertahankan berdasarkan regulasi yang ada. Atas persoalan ini, akan dilakukan pertemuan sebagai tindaklanjut dengan melibatkan pemerintah Kecamatan Jonggat.
“Silahkan suarakan aspirasi tapi lakukan dengan baik dan santun,” katanya tegas.
Dia mengatakan, agar masyarakat tidak cepat terprovokasi dengan isu yang ada sebelum mengetahui permasalahannya secara detail. “Menurut saya informasi yang ada harus dapat dipertanggung jawabkan agar tidak merugikan orang lain,” katanya.
Sementara itu, Kades Pengenjek Haerudin di tenggah massa aksi bersikeras akan menjalankan sesuai dengan aturan yang ada. Dia menerangkan pemberhentian sementara terhadap yang bersangkutan merupakan hukuman yang paling berat sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan pihak kecamatan.
“Kalau camat bilang A, saya pasti bilang A, kalau camat bilang B saya tidak mungkin bilang C,” tegasnya.
Dijelaskannya, berdasarkan hasil BAP terhadap yang berangkutan, juga dari keterangan saksi bahwa tidak ada yang menyaksikan secara kasat mata kejadiaan tersebut. Pihaknya berdiskusi bersama BPD berdasarkan rekomendasi pihak kecamatan sehingga diputuskan untuk pemberhentian sementara.
“Dalam mengangkat dan memberhentikan ada mekanismenya, tidak mungkin langsung diberhentikan permanen, saya yang terseret hukum nanti,” tegasnya.
Pemdes dan massa aksi kemudian sepakat untuk melakukan pertemuan lebih lanjut bersama pemerintah kecamatan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam waktu dekat.(ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kapok! Dua Warga Lotim Ditemukan Sembunyikan Sabu Dalam Usus

Read Next

Pathul-Nursiah Lihat Potensi Balon Sekda Loteng

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *