DOK/RADARMANDALIKA.ID MEGAH: Seseorang saat hendak masuk ke gedung baru Pasar Renteng.

PRAYA –Uji petik retribusi Pasar Renteng dipersoalkan banyak pihak. Langkah dilakukan Dinas Perhubungan Lombok Tengah dinilai tak efektif.
Ketua LSM Gempar NTB, Hamzan Halilintar menyebutkan langkah dilakukan dinas saat ini sudah mencederai nilai substansi dari penarikan retribusi. “Malah kami juga mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa adanya pembayaran dua kali. Ada petugas Dishub ada lagi dimintai oleh juru parkir,” bebernya.

Hamzan menilai praktek seperti ini diduga sebagai praktek kotor yang dipertontonkan oleh Dishub. Harusnya membebaskan pengunjung dari parkir malah ini menambah beban pengunjung pasar.

“Kepala Dishub kalau tidak becus urus retribusi silakan anda lepas saja, berikan kepada yang memahami tupoksi,” tegas dia.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Lombok Tengah Supardan yang dihubungi Radarmandalika.id via wa menjanjikan akan membeberkan data besok (hari ini, red).
“Besok, maaf saya sedang buat makalah untuk uji kopentensi alias jopit,” katanya singkat. (tim)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *