SEGERA DIPERBAIKI: Kondisi jembatan sementara yang dibuat masyarakat Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar, Pemda perbaiki Permanen tahun ini. (Ist)

LOBAR—Jembatan Dusun Kambeng Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar yang putus akibat bencana banjir yang menerjang Februari 2026 lalu segera dilakukan perbaikan permanen. Skema pergeseran anggaran pada APBD 2026 dilakukan Pemkab Lombok Barat (Lobar) untuk memastikan akses vital masyarakat itu segera bisa dipergunakan kembali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-KP) Lobar Lalu Ratnawi mengaku instruksi penggunaan anggaran pada pengeseran itu perintah langsung dari Bupati Lobar.
“Jadi bukan di perubahan, di pergeseran. Karena Pak Bupati sudah instruksikan, di pergeseran tidak usah diperubahan,” terang Ratnawi yang dikonfirmasi media, Senin (2/3).

Anggaran sekitar Rp 2 miliar digelontorkan untuk perbaikan jembatan tersebut. Detail Engineering Design (DED) sedang dipersiapkan Dinas PU. Perbaikan direncanakan tidak hanya mencangkup ya ketinggian jembatan namun juga lebar.

“Sekarang kita lagi susunkan DED-nya, bentang (panjang) sekitar 10 sampai 11 meter,” ungkap Ratnawi.

Ratnawi mengungkapkan perbaikan jembatan itu sekaligus dengan perbaikan ruas jalan di desa setempat sepanjang 3 kilometer. Namun berbeda dengan jembatan yang dianggarkan pada pola pergeseran, Jalan itu sudah lebih dulu dianggarkan pada usulan musrembang.

“Memang perbaikan jalan sudah dianggarkan Pak Bupati tahun ini. Sekitar 3 kilometer itu. Jadi include nanti dengan jalan hotmix plus jembatan,” bebernya.

Dinas PU merancang jembatan itu akan lebih tinggi dari yang sebelumnya. Pertimbangan Kondisi ketinggian air sungai yang terjadi setiap musim penghujan menjadi alasannya. substruktur yang berada di ujung bentang jembatan (abutment) dirancang akan kokoh hingga puluhan tahun kedepan.

“Abutment-nya akan kita perkuat juga, berapa meter ke sisi kiri kanan jembatan untuk memperkuat abutment-nya. Tentu akan kita hitung dengan debit air tiga kali lipat kala ulang sekitar 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun akan kita hitung,” tegasnya.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *