KOLABORASI: anggota DPRD Lobar Fauzi (Baju Hijau) dan Anggota DPRD RI Lalu Hadrian Irfani (Jas Hitam). (Ist)

LOBAR—Kolaborasi pusat dan daerah ditunjukan langsung partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai besutan Muhaimin ini mengalokasi anggaran dalam jumlah besar untuk mendukung kesejahteraan siswa serta perbaikan infrastruktur sekolah di wilayah Gumi Patut Patuh Patju.

Kolaborasi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Fauzi. Komitmen keduanya memastikan program-program strategis nasional dapat terserap maksimal di daerah, terutama menjangkau masyarakat yang membutuhkan dukungan finansial dalam menempuh pendidikan. Salah satu program yang dikawal kedua politisi Lombok itu, Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi Fraksi PKB. Program ini akan menyasar sekitar 50 ribu siswa di seluruh wilayah Kabupaten Lobar. Beasiswa ini menyentuh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Ketua Komisi III DPRD Lobar, Fauzi, menjelaskan upaya nyata dilakukan PKB meringankan beban ekonomi orang tua siswa di tengah dinamika biaya hidup saat ini.

“Beasiswa PIP ini adalah hasil dari jalur aspirasi Fraksi PKB yang menyasar sekitar 50 ribu siswa di Lobar. Kami ingin memastikan anak-anak kita, mulai dari TK hingga SMA, mendapatkan dukungan finansial yang layak untuk menunjang kebutuhan belajar mereka,” ujar Fauzi belum lama ini.

Secara teknis, besaran bantuan yang disalurkan bervariasi disesuaikan kebutuhan di masing-masing jenjang pendidikan. Siswa tingkat TK dan Sekolah Dasar (SD), diberikan sebesar Rp450 ribu per tahun. Sementara itu, untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), jumlahnya meningkat menjadi Rp750 ribu. Dukungan paling signifikan diberikan kepada siswa tingkat SMA/SMK dengan besaran mencapai Rp1.8 juta.

Total anggaran yang mengalir ke Kabupaten Lobar melalui program beasiswa ini mencapai angka ratusan miliar rupiah setiap tahunnya. Aliran dana ini diharapkan tidak hanya membantu operasional pendidikan siswa, tetapi juga memberikan efek domino terhadap perputaran ekonomi lokal.

“Karena berkurangnya beban pengeluaran rumah tangga untuk urusan sekolah,” sambung pria asal Gunungsari itu.

Tidak cukup pada pembiayaan atau biasiswa, kolaborasi legislatif ini juga menyasar perbaikan fisik bangunan sekolah yang selama ini kondisinya kurang representatif. Melalui program rehabilitasi dan pembangunan (repid), puluhan sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) mulai mendapatkan sentuhan perbaikan signifikan.

Hingga termin pertama tahun 2026, tercatat sudah ada lebih dari 20 sekolah di Lobar yang menerima bantuan infrastruktur tersebut. Fauzi menjelaskan bahwa target sasaran untuk tahun ini cukup ambisius namun tetap terukur guna memastikan kualitas pengerjaan tetap terjaga.

“Target kami dari jalur aspirasi Fraksi PKB, lebih dari 50 sekolah, di luar jalur reguler dinas. Untuk setiap sekolah, nilai bantuannya bervariasi antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar, sangat bergantung pada kondisi fisik dan kebutuhan gedung sekolah itu sendiri,” jelas Fauzi lebih lanjut.

Langkah ini bersifat inklusif, di mana bantuan rehabilitasi tidak membeda-bedakan status sekolah. Baik sekolah negeri maupun swasta memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan perbaikan infrastruktur, sepanjang memenuhi kriteria teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sinergi antara Lalu Hadrian Irfani di tingkat pusat dan Fauzi di tingkat daerah menjadi model kolaborasi yang efektif dalam sistem ketatanegaraan untuk “menjemput bola” program-program nasional. Kehadiran wakil rakyat di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan memberikan keuntungan strategis bagi Lombok Barat dalam mengamankan kuota bantuan.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan memotivasi para pendidik serta peserta didik untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Intinya adalah duet antara Wakil Ketua Komisi X DPR RI dan Ketua Komisi III DPRD Lombok Barat ini didedikasikan sepenuhnya untuk memajukan kualitas pendidikan di daerah kita,” pungkas Fauzi.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *