Jakarta, 02/12 (ANTARA)–Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik dari Sabang sampai Merauke untuk memastikan hak anak-anak Indonesia akan pendidikan yang setara terpenuhi.
“Ada yang beroperasi sejak Juli 2025, itu di 63 titik. Pada Agustus, tambah lagi 37 titik, dan yang terakhir pada September dan awal Oktober itu beroperasi di 66 titik,” kata Gus Ipul di Jakarta, Selasa.
Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga di desil 1 dan 2 sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Mensos, meski Sekolah Rakyat secara umum bisa berjalan dengan baik, namun tentu masih ada tantangan, hambatan, dan dinamika.
“Tetapi semuanya bisa diatasi dan beradaptasi dengan baik. Ada 15 ribu lebih siswa tingkat SD, SMP, dan SMA. Ada hampir tiga ribu terlibat, dan sisanya empat ribu lebih tenaga pendidikan yang lain,” ujar Gus Ipul.
Kemensos juga berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk memetakan siswa Sekolah Rakyat sesuai minat dan bakatnya ke perguruan tinggi.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) antara Mensos Saifullah Yusuf dan Mendiktisaintek Brian Yuliarto tentang Sinergi Tugas Fungsi Bidang Sosial, Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi di Jakarta pada Selasa.
“Teman-teman dari lulusan SMA Sekolah Rakyat di tahun 2028 yang ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi, untuk mengetahui minat bakat mereka, pada kesempatan awal ini kita membuat tes DNA talent,” ucap Mensos.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil DNA talent, ada beberapa rekomendasi profesi dan bidang bagi para siswa, misalnya bidang kesehatan, teknik, dan lainnya.
Mensos melanjutkan, saat ini terdapat 6.000 lebih siswa SMA Sekolah Rakyat. Mereka akan lulus pada tahun 2028. Bagi siswa SD dan SMP yang berstandar cukup akan masuk ke Sekolah Garuda, sedangkan siswa lainnya akan melanjutkan ke SMA Sekolah Rakyat.
“Lulusannya ada dua sesuai arah Presiden. Yang memang ingin kuliah, nanti kita perlu kerja sama dengan Kemendiktisaintek, sedangkan yang ingin bekerja, kita akan kerja sama dengan banyak kementerian, lembaga, maupun swasta,” ujar dia.
Bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, Gus Ipul menuturkan mereka akan diarahkan menjadi pekerja terampil di dalam negeri maupun luar negeri. Kemensos juga sudah bekerja sama dengan Kemenaker dan kementerian lainnya.
Kemensos telah melakukan simulasi, di mana dari 6.000 siswa, terdapat 4.000 siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Untuk bidangnya, akan didalami lebih lanjut. (Oleh Lintang Budiyanti Prameswari/Editor: Riza Mulyadi)
