LOBAR — Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok Barat (Lobar) diangkut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lantaran kedapatan bolos di jam belajar. Masih menggunakan seragam sekolah, para pelajar itu diangkut dari beberapa tempat maupun warung.

​Para pelajar itu dibawa ke markas Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Bahkan pihak Satpol PP langsung menghubungi guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah untuk selanjutnya diminta membina mereka di sekolah.

​Kasat Pol PP Lobar I Ketut Rauh mengatakan, tindakan ini dilakukan Satpol PP sebagai upaya mendukung pembinaan siswa agar tidak mengulangi perbuatannya bolos ke depannya.

​“Kami menemukan mereka di tempat bermain (game), makanya kami bawa untuk diberikan arahan,” kata Rauh, Kamis (29/10).

​Rata-rata para pelajar itu masih duduk di bangku kelas 1 dan 2. Mereka kerap kali keluar dari kelas untuk bermain disaat jam belajar. Bahkan ada laporan masyarakat yang melihatnya.

​“Sementara, kemungkinan besar sekolah atau orang tua mereka tidak tahu kalau mereka bolos. Tahu-tahu mereka pergi ke sekolah,” ucapnya.

​Sebagai penerus bangsa dan daerah ini ke depan, para pelajar itu seharusnya tetap berada di sekolah. Karena itu, Satpol PP terlibat aktif membina siswi-siswi supaya menjadi generasi yang bisa diandalkan ke depan. Sebagai bentuk pembinaan, mereka diberikan arahan agar tidak mengulangi perbuatannya. Mereka juga diberikan semacam sanksi berupa push-up.

​Setelah pembinaan ini, pihak sekolah dalam hal ini guru BK dipanggil untuk menerima mereka kembali ke sekolah. “Mereka juga dibina di sekolah,” imbuhnya.

​Pihaknya juga mengharapkan keaktifan guru BK mengecek keberadaan pelajar di saat jam belajar, siapa-siapa saja yang tidak hadir. Lalu ditanyakan lebih lanjut ke pihak orang tua agar sama-sama mengawasi.

​Pihaknya juga meminta agar sekolah membina mereka yang bolos ini, supaya tidak menjadi kebiasaan buruk ke depan.

​“Kami juga tetap patroli pemantauan rutin. Selain itu, kami menindaklanjuti aduan warga yang mengeluhkan siswa yang bolos saat jam belajar. Layanan Satpol PP SIAGA (Solutif, Integrated, Aktif, Giat, Andal) di pos aduan di kantor Satpol PP setempat,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *