Sampah Warga Batu Putih Ditolak Masuk TPA Regional

  • Bagikan
F SAMPAH
IST/RADAR MANDALIKA MENGADU: Warga Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong mengadu ke anggota DPRD Lobar Abu Bakar Abdullah. Mereka terpaksa membawa kembali sampah karena ditolak pihak TPA Kebon Kongok.

LOBAR – Sampah plastik warga Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong ditolak masuk ke TPA Regional Kebon Kongok. Lantaran TPA yang berada di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung itu tak lagi menerima sampah jenis plastik. Kondisi itu membuat warga terpaksa membawa lagi sampah ke daerahnya. Padahal warga di Dusun Labuanpoh Timur telah berinisiatif membersihkan sampah secara swadaya tanpa ada dukungan dari pemerintah. Namun sayangnya warga tidak diizinkan membuang sampah di TPA Kebon Kongok.

“Sebelum-sebelumnya sering kami buang di sana (TPA Regional), tapi hari itu mereka bilang tidak menerima sampah plastik. Makanya kami bawa sampah balik,” kata Suhaimi, warga Dusun Labuan Poh Desa Batu Putih.

Ia mengaku, sebelumnya selalu buang sampah di TPA karena memang diizinkan membuang sampah kesana. Namun kali ini berbeda, pihak TPA menolak sampah plastik. Padahal surat rekomendasi membuang sampah yang dikantongi pihaknya sudah ditunjukkan.
” Karena ditolak kita membawa kembali sampah yang diangkut menggunakan kendaraan pikap,” pungkasnya.
Menangapi keluhan warga, anggota DPRD Lobar dapil Sekotong-Lembar Abu Bakar Abdullah menyoroti penolakan pembuangan sampah dari warga Sekotong oleh pihak TPA. Harusnya kata politisi PKS itu, sampah memang dibuang ke TPA sebagai lokasi akhir.
“Masyarakat sudah berinsiatif dan berswadaya mengumpulkan hingga membuang sampah. Tapi tidak diizinkan buang sampah di sana. Ini sangat kita sayangkan,” tegasnya.
Menurutnya, kawasan pantai Sekotong banyak dikotori sampah kiriman dari daratan. Seharusnya ini menjadi perhatian bersama untuk menanganinya. Menurut politisi asal Gili Gede itu, hal ini perlu menjadi catatan terhadap program NTB Zero Waste.
“Kita lihat buktinya, ini sampah yang dibawa masyarakat justru ditolak oleh TPA. Warga sudah jauh-jauh dari Sekotong. Kalau tidak diizinkan buang sampah di sana, lalu mau kemana rakyat buang sampah,” tandas Abu.
Menurutnya persoalan semacam ini harus menjadi atensi OPD terkait. Supaya program ijo nol dedoro yang dilaksanakan Pemda Lobar, maupun Zero Waste milik Pemprov NTB bisa terlaksana dengan baik. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *