Ruslan Soal Kemandirian IT Bank NTB Syariah

  • Bagikan
F Ruslan Turmuzi
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA H. Ruslan Turmuzi

MATARAM – Ditengah pujian banyak pihak atas prestasi Bank NTB Syariah yang bisa menghasilkan laba tahun 2021 sebesar Rp 138.48 miliar, justru anggota DPRD NTB, H. Ruslan Turmuzi mempersoalkan kemandirian IT Bank NTB Syariah.

“Yang perlu ditanyakan sampai sejauh mana kemandirian  IT Bank NTB Syariah,” ungkap Ruslan kepada Radar Mandalika, kemarin.

Dikatakannya, saat ini IT Bank daerah itu masih outsourching dengan pihak ketiga. Itu artinya seluruh sistem secara total milik pihak ketiga. Belum ada sama sekali  kemandirian IT Bank NTB Syariah. Kalau hanya penilaian dari segi fee base income saja, belum tentu masih untung jika dibanding dengan cost biaya outsourchingnya, setiap ada pengembangan pitur layanan belum sama sekali dikembangkan oleh Bank NTB syariah, karena bagaimanapun juga setiap ada pengembangan IT harus melibatkan dua atau tiga vendor IT.

“Jadi terlalu dini kalau dikatakan IT Bank NTB Syariah sudah andal dan mumpuni,” sentil politisi PDIP itu.

Ruslan membandingkan dengan Bank BPD milik Daerah Istimewa Yogyakrta (DIY) yang mana IT-nya sudah sangat mapan. Sistem IT nya dibangun sendiri termasuk pusat data centernya yang tidak pernah muncul di acara award semacam itu.

“Bank NTB Syariah saat ini semuanya outsourching  (sistem sewa ) seluruh sistem IT-nya seperti sistem database, datacenter, termasuk backup data base,” singgungnya.

Untuk itu, Ruslan meminta Bank NTB Syariah jangan terlalu optimis. Contoh kecilnya apakah kartu dan ATM Bank NTB Syariah dapat melakukan pembayaran kartu kredit  semua bank yang ada di Indonesia.

“Masih susah,” sentilnya lagi.

Sebelumnya, Direktur Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo menyampaikan keterangan resminya yang mana target-target Bank mampu tercapai sebelum tahun 2021 berakhir.

Bank mencatat kinerja positif dan mampu melampau target Laba sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2021. Berdasasrkan prognosa pencapaian Laba s.d bulan Desember 2021 adalah sebesar Rp. 138.48 miliar atau sebesar 113,76% dari target RBB tahun 2021 sebesar Rp. 121.97 miliar. (jho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *