PRAYA-Proyek pembangunan Pasar Renteng yang konon super megah ini, sekarang dapat protes warga setempat. Dalam pembangunan pasar sumber APBN ini, pihak kontraktor bahkan Pemkab terkesan menganaktirikan warga sekitar. Tidak melibatkan dalam pembangunan.

Lurah Renteng, H Saifudin mengakui kondisi ini. Dia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat kejelasan soal berapa jumlah warga Reteng dilibatkan. “Saat ini komunikasi dari pihak kontraktor dengan kami masih belum jelas, jadi peran warga maupun kami sebagai pihak pemerintahan di wilayah ini belum merasa dilibatkan,” ungkapnya pada Radar Mandalika, kemarin.

Menurut Lurah, dia menerima laporan warga beberapa hari lalu mengeluhkan pembangunan yang tak melibatkan warga sekitar. “Jadi saya tidak menyalahkan warga seandainya mereka mengeluhkan hal tersebut, karena mereka melihat sendiri pembangunan itu dan merasa belum ada komunikasi dari pihak kontraktor dengan pemerintah di sini,” ceritanya.

Sebenarnya dari pihak kelurahan mengharapkan komunikasi yang jelas apapun kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayahnya. “Ini surat saja tidak ada yang masuk sampai saat ini. Jadi pada saat warga mengeluh kami mau jelaskan apa,” kata dia.

Untuk surat izin maupun permakluman pembangunan, belum dia terima sampai sekarang. “Yang kami tau rencana pembangunan ini sudah mulai sejak beberapa waktu lalu,” ujarnya.

 “Kita sudah buat list pekerja seandainya pihak kontraktor membutuhkan tenaga. Masing kaling beberapa waktu lalu kami minta mendata warga sesuai dengan skill mereka,” sambungnya.

Lurah menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh kepala lingkungan untuk menyiapkan data warga yang nantinya akan dipekerjakan. Dari pihak lurah sendiri sudah melakukan langkah untuk bagaimana mencegah terjadinya ketidakpahaman maupun miskomunikasi antara warga dengan pihak rekanan.

“Kita sudah turun beberapa minggu lalu untuk menjalin komunikasi dengan pihak kontraktor,” bebernya.

Informasi yang dihimpun Radar Mandalika, jika warga tak dilibatkan warga mengancam akan menghentikan proyek pembangunan tersebut. Termasuk aktivitas pada malam hari sangat mengganggu warga.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan bisa diperoleh dari pihak kontraktor proyek.(cr-buy)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *