Polda Awasi Drone Illegal dan Aksi Copet

  • Bagikan
F Kabid Humas polda
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Kombes Pol Artanto

MATARAM – Polda NTB tidak mau kecolongan pada perhelatan MotoGP. Dua point yang akan diatensinya yaitu, keberadaan drone yang diterbangkan oleh masyarakat di sekitar sirkuit dan adanya aksi copet yang bisa meresahkan masyarakat.

 

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto mengatakan terkait dengan keberadaan drone, Polda NTB telah memperingatkan H-1 gelaran MotoGP atau pada hari Kamis 17 Maret sudah tidak dibolehkan lagi ada drone yang terbang di sekitar sirkuit.

 

“Hanya drone milik penyelenggara MotoGP yang dibolehkan terbang di atas Pertamina Mandalika International Street Circuit pada H-1 dan selama gelaran berlangsung,” tegasnya, Rabu kemarin.

 

Namun demikian, drone milik penyelenggara pun kemungkinan tidak ada yang terbang lantaran ada pesawat helikopter milik Dorna di sekitar sirkuit yang melakukan aktifitas peliputan selama event berlangsung.

 

“Ini menjadi tren masyarakat umum, banyak yang  mencoba menaikkan drone di lokasi pada saat event,” ungkapnya.

 

Dijelaskannya, H – 1 diharapkan tidak ada drone yang naik, kecuali drone yang sudah diberikan izin. Drone itu pun tidak akan naik karena ada helikopter Dorna yang akan terbang untuk meliput.

Kabid Humas Polda mengatakan, jika ada drone yang nekat diterbangkan oleh masyarakat, maka polisi akan melakukan penurunan paksa melalui alat drone jammer dan akan diserahkan ke pemiliknya. Jika masih tidak mengindahkan peringatan kepolisian, drone akan diturunkan paksa di lokasi yang lain. Polda NTB sudah memiliki alat untuk drone jammer yang dibawa oleh dua regu Brimob  yang berada di lapangan untuk mengawasi aktivitas drone illegal.

 

Selain mengantisipasi drone illegal, hal yang juga akan diantisipasi Polda adalah potensi copet yang biasa beraksi di keramain. Untuk itulah ia mengimbau kepada para penonton yang datang menonton MotoGP agar tetap waspada terhadap potensi copet ini.

 

“Sasarannya biasanya ibu-ibu, bawa tas yang resletingnya mudah dibuka atau tas punggung,” sebutnya.

 

Pihak kepolisian menempatkan anggota polisi yang tak berseragam di tengah-tengah penonton untuk mengawasi potensi terjadinya tindak kriminalitas di tengah keramaian.

“Istilahnya di kepolisian itu pengamanan terbuka dan pengamanan tertutup,” katanya.

 

Adapun jumlah total pengamanan di Operasi Mandalika II Rinjani sebanyak 3.427 personel yang merupakan gabungan dari TNI, Polri, Pemda dan mitra kamtibmas lain. Polda NTB didatangkan 40 unit mobil Patwalantas untuk  memberikan pengamanan VIP, 20 motor besar untuk mendukung pengawalan, Brimob dan Pamobvit dengan sejumlah peralatan dari Jakarta. Selama perhelatan MotoGP itu dukungan dari Mabes Polda akan All out memberikan bantuan persone. (jho)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *