FENDI/ RADAR MANDALIKA Moh. Sultan

PRAYA – Kepala Desa Pengembur, Moh Sultan mengatakan, pembangunan balai mediasi yang telah dibangun sejak 2021 lalu terancam mandek. Hal ini lantaran minimnya anggaran untuk pembangunan pada 2022 ini. Dia menjelaskan, sebelumnya pada 2021 pihaknya telah menganggarkan sebanyak Rp 168 juta yang bersumber dari dana desa untuk menyulap aula desa tersebut menjadi balai mediasi sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan desa.

“Belum bisa dimanfaatkan karena beberapa fasilitas pendukung di dalam belum ada, tahun ini kita masih belum  ada anggaran,” jelasnya pada Radar Mandalika, belum lama ini.

Kades menegaskan, dampak dari aturan Perpres 104 hingga 68 persen tersebut sangat dirasakan pemerintah desa. Dengan demikian sejauh ini tidak ada program unggulan yang bisa dilaksanakan pemdes dengan sisa anggaran yang ada.

Bahkan realisasi visi dan misi kepala desa juga sangat sulit dipenuhi, sebab sudah cukup lama anggaran terinterfensi pandemic Covid-19. Sedangkan waktu menjabat sudah semakin di ujung.

Menyinggung penggunaan balai mediasi, kades menjelaskan nantinya akan dimanfaatkan sebagai pusat pertemuan dan kegiatann- kegiatan desa.

Sebelumnya keberadaan aula tersebut ungkapnya sangat memeperhatinkan sehingga dianggarkan untuk renovasi dan membuatnya menjadi balai mediasi desa.

“Ini sudah kita setujui bersama BPD,” tegasnya.

Untuk tahun ini kades belum mampu memastikan alokasi anggaran untuk balai mediasi dan juga program lainnya.

“Sekdes masih sakit sehingga APBDes belum bisa digarap makanya belum bisa kita tentukan kemana anggaran nantinya,” tandasnya. (ndi)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *