KLU–Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali dikritisi. Kali ini, keluhan datang dari keluarga pasien balita usia 5 tahun yang juga anak dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara, Artadi.

Ia mengkritisi setelah anaknya bernama Aryisia kanja ratu vellysia dirawat beberapa hari di RSUD namun diakui tidak mendapat pelayanan yang baik dari dokter yang menangani.

Artadi awal mulanya mencuatkan kekecewaannya melalui story WA. Dalam postingannya ia mengaku kecewa karena selama tiga hari anaknya dirawat tidak mendapat pelayanan kontrol yang optimal dari dokter spesialis anak yang menangani.

“Selama tiga hari anak saya dirawat di RSUD KLU, dokter anak atau dokter spesialis anak tidak datang mengontrol,” ujar Artadi dengan nada kesal.

Merasa tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, Artadi memutuskan merujuk anaknya ke RSUP Mataram.

“Dengan pelayanan seperti ini, saya akhirnya membawa anak saya ke RSUP Mataram,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, RSUD KLU memiliki dokter spesialis anak berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun ia heran dokter tersebut diketahui hanya masuk kerja tiga kali dalam seminggu.

“Kok enak saja PNS masuk tiga kali seminggu,” tegasnya.

Menurut Artadi, dokter spesialis anak baru datang melakukan kontrol setelah dirinya menyampaikan komplain kepada pihak rumah sakit. Kondisi tersebut dinilainya sebagai cerminan lemahnya sistem pelayanan serta pengawasan manajemen RSUD KLU.

“Kalau saya tidak komplain dan marah-marah, mungkin dokter spesialis anak itu juga tidak datang mengontrol,” tambahnya.

Artadi menilai persoalan pelayanan kesehatan di RSUD KLU bukan kali pertama terjadi. Ia menyinggung seringnya aksi demonstrasi masyarakat di rumah sakit tersebut sebagai bukti adanya persoalan serius yang belum juga dibenahi.

“Pantas saja RSUD ini sering didemo masyarakat. Ini parah dan harus menjadi atensi kita semua, termasuk kami di DPRD,” tegasnya.

Ia pun mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara dan manajemen RSUD KLU untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait kedisiplinan dan kinerja tenaga medis, agar kejadian serupa tidak berulang yang berakibat merugikan masyarakat.

Sementara itu, Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengakui telah menerima keluhan tersebut langsung dari keluarga pasien. Atas hal itu dirinya akan menggali kronologi kejadian tersebut.

“Iya, tadi Pak Dewan (keluarga pasien) menghubungi saya soal ini, besok saya gali kronologinya dulu,” ujar drg. Nova.

Tenaga Dokter spesialis anak dijadwalkan 3 kali dalam seminggu bertugas di Poli.

“Cuman harus tetap visite setiap hari selama ada pasien,” ungkapnya.(dhe)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *