Pelajar Tewas Jatuh di Jembatan Gantung

  • Bagikan
F JATUH
IST/RADAR MANDALIKA TKP: Pihak kepolisian melakukan olah TKP di tempat korban terjatuh di Jembatan Gantung Dusun Nyiur Lembang Desa Jembatan Gantung Kecamatan Lembar, Senin (7/2).

LOBAR – Seorang pelajar SMA asal Gerung tewas setelah nyemplung dari jembatan gantung Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Senin (7/2). Remaja 17 tahun asal Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung itu terjepit di gorong-gorong saluran air jembatan peninggalan zaman penjajahan Belanda itu. Korban baru diketahui terjatuh oleh pihak keluarga sehari setelah kejadian pada Minggu (6/2).

Kapolsek Lembar, Ipda I Ketut Suriarta, menerangkan korban pelajar berinisial AAF diduga terjatuh dari sepeda motornya, hingga ditemukan meninggal dunia di Gorong-gorong penghubung irigasi. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (6/2) sekitar pukul 21.00 wita. Saat itu korban berkendara bersama temannya.
“Dari keterangan teman korban berinisial R, mereka keluar menuju Dusun Penarukan, Dusun Kebon Ayu, Kecamatan Gerung. Kemudian pergi melihat separing begangsingan bertempat di Dusun Nyiur Lembang melalui jalan Jembatan gantung,” ungkapnya, Selasa (8/2).

Saat melintasi jembatan besi itu, korban tiba-tiba ngerem mendadak menggunakan rem depan sekitar dua meter dari ujung jembatan. Akibatnya sepeda motor terjatuh sampai di ujung jembatan dan korban pun ikut terjatuh. Sedangkan teman korban R jatuh di ujung jembatan dengan keadaan pingsan. “Begitu sadar korban tidak ada, dan berupaya mencari korban akan tetapi tidak ditemukan,” katanya.
Teman korban R pun berusaha mencari pertolongan dengan mencari dua temannya inisial RH dan AAP yang juga pergi bersamanya. Upaya pencarian pun dilakukan ketiga teman korban itu hingga pukul 24.00 wita. Namun korban tak ditemukan. R dan kedua temannya pun memilih pulang dan mengembalikan sepeda motor korban ke rumahnya. “Karena kondisi rumah dalam keadaan sepi, R menaruh sepeda motor korban begitu saja,” ucapnya.
Entah apa alasan teman korban, R baru memberitahukan kejadian jatuhnya korban kepada pihak keluarga korban sekitar pukul 10.00 wita, Senin (7/2). Sehingga kakak korban langsung menghubungi keluarganya lain untuk melakukan pencarian. “Atas informasi ini, sekitar pukul 14.00 wita, kakak korban pergi ke rumah pamannya, dan melapor ke Kepala Lingkungan setempat, untuk mencari keberadaan korban,” katanya.
Pihak keluarga mencari korban di gorong – gorong di bawah lokasi kejadian jatuhnya korban. Namun tingginya debit air saat itu membuat pencarian sulit dilakukan. Keluarga bersama Kepala Lingkungan langsung mencari bantuan penjaga pintu air untuk menutup pintu air sementara waktu, agar pencarian bisa dilakukan.
“Setelah air surut, selanjutnya dilakukan pencarian kembali dan menemukan jasad korban. Selanjutnya korban dibawa kerumah sakit Gerung untuk dilakukan visum,” ujarnya.
Penanganan pun sudah dilakukan Kepolisian dengan langsung mendatangi TKP, dan melakukan identifikasi atau sidik jari terhadap korban. Dari hasil koordinasi dengan pihak terkait, pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menerima kepergian korban. Jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disalatkan dan dikebumikan di Pemakaman Umum Gode Gerung Selatan.
“Sedangkan para saksi dibawa menuju Polsek Lembar untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tutupnya. (win)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *