Pascapilkada, ASN Tak Perlu Baper

F Mohan 1

RAZAK/RADAR MANDALIKA H Mohan Roliskana

MATARAM – Perolehan suara resmi di Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram 2020 masih dalam proses rekapitulasi oleh KPU. Namun, dari hasil hitung cepat internal dan hasil digital Sirekap KPU menunjukkan pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman atau paket HARUM, unggul sementara dari tiga paslon lainnya.

Dengan melihat perolehan sementara pascapilkada Kota Mataram 2020. Rupanya bagi pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memilih atau mengarah “dukungan” ke pasangan HARUM  merasa aman. Sementara, mereka yang rupanya berseberangan dengan HARUM agaknya dag dig dug dag alias merasa baper (terbawa perasaan).

Menanggali hal tersebut, Calon Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana mengatakan, kegundahan-kegundahan hingga sampai ke bawa ke hati alias baper pascapilkada sebenarnya tak perlu terjadi. Apabila ASN benar-benar menjaga prinsip netralitas sebagai abdi dan pelayanan masyarakat saat Pilkada berlangsung. 

“Tapi kemudian mereka ada muncul, iya konsekuensi mereka. Tapi saya gak berbicara risiko ya,” ungkap dia, kemarin (15/12).

ASN yang berseberangan dengan paket HARUM dalam Pilkada 2020 agar jangan sampai baper. “Tapi memang kondisi kebawa perasaan saja. Kalau bahasa sekarang baper. Sebenarnya itu tak perlu terjadi kalau saja kemarin mereka tetap profesional. Mereka tetap menjalankan posisinya atau bentul-betul netral di Pilkada,” kata Mohan.

Pergeseran posisi jabatan dalam roda pemerintahan tentu pasti terjadi. Tapi Mohan mengatakan, kalau pun ada pergeseran posisi ini memang didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan dalam tubuh birokrasi. Dalam rangka penyegaran roda pemerintahan untuk mempercepat capaian-capain pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Iya tentu lah. Banyak hal yang harus kita benahi besok. Untuk tetap memotivasi ASN dan juga untuk bisa mengakselerasi pembangunan,” cetus dia.

Pergeseran-pergeseran dalam tubuh birokrasi menjadi hal biasa dalam roda pemerintahan demi perbaikan. Mohan memastikan, kalau pun harus ada kebutuhan untuk melakukan pergeseran atau mutasi jabatan, dirinya tetap memperhatikan dan mengutamakan asas meritokrasi  Yaitu, memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi.

“Jangan itu dimaknai sebagai balas dendam. Gak ada itu,” tegas pria yang saat ini masih menjabat Wakil Wali Kota Mataram.

Mohan kembali menegaskan, nantinya tetap mengedepankan asas profesionalitas dan bersikap objektif dalam melakukan pergeseran-pergeseran di tubuh birokrasi. “Kita ini akan satu keluarga besar di birokrasi. Jadi, kalau pun itu nanti kita lakukan kebutuhan memang ada perubahan-perubahan karena atas dasar kebutuhan saja sih,” terang dia.

Disamping itu, Mohan juga memastikan akan merangkul semua kompetitor yang sempat menjadi rivalnya di Pilkada 2020. Hubungan baik yang terjalin selama ini harus  tetap dijaga dan dirajut kembali. “Kalau itu harus. Politik kan mengajarkan kita tentang cara berintraksi,” kata dia.

Mohan mengajak semua element untuk bersama-sama terlibat dan saling bahu-membahu dalam membangun Kota Mataram yang lebih baik di masa akan datang. Meski terjadi friksi-friksi selama pesta demokrasi. Tapi itu merupakan hal biasa. Terpenting sekarang yaitu merajut kembali kebersamaan.

“Kita berangkulan kembali. Kita sudahi yang kemarin. Ada tugas yang lebih besar lagi yang harus kita selesaikan untuk kepentingan Kota Mataram,” kata dia.

Kemarin, seorang pejabat salah satu pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Mataram mulai mempertanyakan posisinya. Setelah mengetahui hasil sementara Pilkada Kota Mataram 2020.

Dari hasil hitung digital Sirekap KPU dengan data 99,17 persen, pertanggal 15 Desember, pukul 17.00 Wita. Paslon nomor urut 1, HARUM unggul sementara dengan perolehan suara 38,4 persen. Disusul nomor urut 2, Hj Putu Selly Andayani – TGH Abdul Manan (SALAM) yakni 29,5 persen, paslon nomor urut 3, HL Makmur Said – H Badruttamam Ahda (MUDA) yakni 22,0 persen, dan terakhir paslon nomor urut 4, H Baihaqi – Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) yakni 10,2 persen.

Akan tetapi, perolehan resmi tetap di KPU Kota Mataram. Yang saat ini tengah melakukan rekapituasi suara. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penetapan Dilakukan 5 Hari Setelah Tak Ada Gugatan

Read Next

Gubernur Launching NTB MALL

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *