FOTO FENDI/ RADAR MANDALIKA Nely Sigarlaki

 

5 Tahun Menggeluti, Bertanding Sampai Tingkat Dunia

 

 

 

Berawal dari hobi dan mengikuti jejak suami, Nely Sigarlaki memiliki kebanggaan tersendiri menjadi seorang binaragawan perempuan. Berkompetisi di tingkat internasional dan merasa bangga bisa membawa merah putih.

 

FENDI-LOMBOK TENGAH

 

OLAHRAGA binaraga identikkan dengan olahraga para pria. Namun bagaimana jika olahraga kebugaraan ini juga digeluti kaum perempuan, bagaimana perempuan bisa membentuk tubuh mereka sehingga bisa terlihat cantik seperti laki- laki.

Nely Sigarlaki salah satunya, dia merupakan salah seorang atlet binaraga asal Sorong, Papua Barat yang pekan lalu di Mandalika dalam ajang word fitness federation (WFF). Pada ajang ini para binaragawan laki- laki dan perempuan berkompetisi memperebutkan juara dunia di berbagai kategori yang di lombakan.

Binaragawan perempuan ini turun pada kategori Women bodybuilding superbody class II, dimana bersaing bersama binaragawan dari negara lain yang juga ikut dalam even bertaraf internasional tersebut.

“Ini jadi kebanggaan tersendiri karena bisa membawa merah putih, kita cinta merah putih,” katanya kepada Radar Mandalika.

Pada ajang ini, Nely berhasil meraih juara 3. Dimana perolehan ini merupakan perolehan terbaik selama mengikuti ajang binaraga. Hasil ini diraihnya berkat keuletan dan latihan fisik yang telah dipersiapan sebelum mengikuti lomba tersebut.

Sejauh ini, perempuan 40 tahun ini menjelaskan jika sudah mengikuti kompetisi sebanyak tiga kali, dimana ajang yang pernah diikuti yakni Women Bikini tahun 2019, kemudian women bodybuilding model pada Februari lalu, dan saat ini women bodybuilding superbody.

“Sebelumnya hanya masuk kategori tujuh besar,” ceritanya.

Menyinggung awal menjadi binaragwan, Nely menceritakan jika dirinya terarik binaragawan lantaran sering mengikuti suaminya saat latihan dan juga pada saat ada event. Menurutnya, ini sebagai pelampiasan hobi dan juga bisa membawa ketegangan bagi dirinya saat berada di gym.

Binaragawan yang baru 5 tahun bergelut ini menjelaskan, jika semua persoalan dapat dilampiaskan melalui besi, olahraga di Gym sebagai kebutuhan sehari- hari yang jika tidak dilakukan sepeti membuat dirinya kehilanggan sesuatu.

“Kalau marah, kesal, berantem dan lainnya lampiaskan saja ke besi, semuanya bisa jadi fres dan tenang,” ungkap dia.

Sejauh ini sebagai binaragawan perempuan, dia baik- baik saja, selama ini hanya fokus pada tujuannya untuk menjadi binaragwan yang sukses. Sehingga untuk mencapai semua itu, aktivitas berlatih gym jelasnya seperti kebiasaan sehari- hari pada umumnya, seperti sikat gigi, mandi dan lain- lain. Katanya, gym juga berjalan seperti demikian sehingga dirinya bisa mendapat otot seperti saat ini.

“Selain kita punya badan sehat, bonusnya badan bagus ada kebanggaan juga ada korespondensi bersama orang lain,” tutupnya.(*)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 727

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *