Muhamad Nasib (HUMAS DPRD LOTENG/RADAR MANDALIKA)

PRAYA– Wilayah utara Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memiliki banyak destinasi wisata unggulan. Sehingga kehadiran fasilitas pendukung menjadi sangat penting. Hal ini diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng dari Dapil 6 (Batukliang-Batukliang Utara), Muhamad Nasib.

Dia mengatakan, apalagi adanya berbagai even internasional di wilayah selatan Loteng yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika seperti World Superbike (WSBK), MotoGP dan lain sebagainya, sehingga fasilitas pendukung di utara Loteng sangat penting.

“Tentu kita di utara ini harus mempersiapkan segala kebutuhan terutama kebutuhan hotel dan lain sebagainya,” kata Nasib.

Wakil rakyat dari Fraksi Gerindra ini mengutarakan, kalau tidak salah pada tahun 2017, Sekda Loteng waktu itu yang dikonsultani oleh pihak dari Universitas Mataram (Unram), membahas perencanaan bagaimana membangun tiga zona wilayah Loteng. Yakni zona Aik Meneng (utara), Tunjung Tilah (tengah), dan zona Mpak Bau (selatan).

“Saya masih ingat waktu itu, semua teman-teman di dapil utara diundang, khusus dapil utara waktu itu, karena memang utara yang kita bidik waktu itu. Sehingga tercetus lah bagaimana memberdayakan wilayah utara, tanpa diskriminasi terhadap wilayah selatan dan tengah,” ujarnya.

“Sehingga tercetus lah perencanaan di sana, utara kita akan berdayakan melalui sayur-sayuran dan buah , termasuk daging dan lain sebagainya,” tambah Nasib.

Akan tetapi, kata dia, rencana itu masih belum dilaksanakan oleh pemerintah daerah (Pemda). Ia sendiri sangat berharap apa yang pernah direncanakan oleh pemda tersebut bisa terwujud atau ditindaklanjuti. “Sehingga akan tergambar nantinya kegiatan-kegiatan di masing-masing zona itu,” kata Nasib.

Kalau soal infrastruktur jalan di wilayah utara Loteng dikatakannya sudah cukup bagus walaupun di beberapa tempat masih ada yang belum terselesaikan karena menyangkut anggaran. Jadi, memang tidak bisa dipaksakan.

“Bagaimana kita kemarin meminjam Rp 200 miliar untuk percepatan infrastruktur jalan ini, Alhamdulillah sudah terlaksana,” ujar Nasib.

Dia mengatakan, di Loteng khususnya dan NTB umumnya memiliki banyak bahan baku seperti jagung, tapi selalu diekspor ke luar daerah. Sebagai wakil rakyat, Nasib sendiri menginginkan dan mendorong hadirnya pabrik pakan sehingga terintegrasi dengan pertanian.

“Lalu kemudian sebagai pemikiran saya, karena memang kita di Lombok Tengah secara khususnya banyak peternak kita, ada peternak unggas, perikanan, peternak sapi dan lain sebagainya. Kami berharap kepada pemerintah daerah dan ini barangkali pemikiran saya ini bisa ditindaklanjuti bagaimana kalau bisa kita buat pabrik pakan (industrialisasi),” cetusnya.

Apa yang menjadi keinginan dan harapannya untuk hadirnya pabrik pakan itu bukan tanpa sebab. Alasannya, di Kabupaten Loteng khususnya mempunyai bahan baku yang cukup banyak untuk itu. “Sia-sia bahan baku ini kita kirim lalu kita beli mahal setelah jadi bahan (barang) jadi,” pungkasnya.

Jikalau anggaran daerah tidak mampu untuk pengadaan pabrik pakan di Loteng. Kata Nasib, pemerintah daerah bisa saja menggandeng investor untuk itu. “Gak apa-apa kita berutang ndak ada masalah. Tapi jelas peruntukannya. Dan, ini bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” terangnya.(zak)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 255

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *