MATARAM (NTBNOW.CO) – Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Nadirah, menyatakan komitmennya untuk membangun rumah singgah pasien di Mataram. Rumah singgah ini direncanakan khusus untuk membantu masyarakat miskin, terutama pasien rujukan dari Pulau Sumbawa seperti Dompu, Bima, dan Sumbawa Besar.
Pembangunan rumah singgah tersebut akan menggunakan dana pokok pikiran (pokir) DPRD NTB dan diharapkan bisa direalisasikan pada tahun 2026. Hal itu disampaikan Nadirah saat menghadiri kegiatan di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (16/4/2025) malam.
“Insya Allah tahun 2026 kita akan bangunkan rumah singgah. Pokir akan dikombinasikan dengan sumber anggaran lainnya,” ujar politisi Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.
Nadirah mengungkapkan, aspirasi pembangunan rumah singgah pasien merupakan janji politik anggota DPRD NTB dari Dapil V dan VI di Pulau Sumbawa. Awalnya, proyek ini direncanakan masuk pada anggaran perubahan tahun 2025. Namun karena efisiensi anggaran dan waktu yang mepet, target realisasinya dimundurkan ke tahun 2026.
“Karena ada efisiensi anggaran, kita lihat dulu kondisi keuangan daerah. Tapi paling lambat tahun 2026 bisa kita mulai,” tambah anggota Komisi V DPRD NTB itu.
Menanggapi relokasi pasien dari rumah singgah RSUD Provinsi NTB yang sempat menuai polemik, Nadirah mengatakan hal itu terjadi karena miskomunikasi. Ia mengapresiasi respon cepat Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal yang langsung turun tangan menangani persoalan tersebut.
“Itu hanya kesalahpahaman komunikasi. Tapi saya senang karena Pak Gubernur merespons cepat dan serius,” katanya.
Ia berharap kehadiran rumah singgah baru di Mataram nantinya dapat memberikan kenyamanan dan fasilitas memadai bagi pasien dari Pulau Sumbawa yang menjalani pengobatan lanjutan di ibu kota provinsi.
“Saya ingin pasien dari Dompu, Bima, dan Sumbawa merasa nyaman saat berobat ke Mataram. Rumah singgah ini akan sangat membantu mereka,” pungkasnya. (jho)