Mengintip Aktivitas Ramadan di Pondok Pesantren Selama Pandemi Covid-19 (1)

F bok 1 1

ROHADI/RADAR MANDALIKA SEPI: Pendiri Ponpes Haamilul Qur’an, Mahsyan Hasyim saat membimbing salah satu santri dalam menghafal Alquran, Senin sore.

Kunjungan Orangtua Dibatasi, Puasa Tahun Tidak Boleh Pulang

Tidak semua provinsi dan kabupaten membuka belajar mengajar secara tatap muka. Namun di wilayah Pulau Lombok bahkan NTB, nyaris aktivitas santri di pondok pesantren (Ponpes) tetap berjalan. Seperti apa ?

AHMAD ROHADI–LOMBOK UTARA

WARTAWAN Radar Mandalika yang bertugas di Lombok Utara mengunjungi Pondok Tahfiz Haamilul Qur’an di Jalan Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung. Saat berkunjung, terlihat sepi dari suara lantunan ayat suci Alquran. Biasanya di pondok satu ini, tidak begitu selalu ramai dengan lantunan ayat suci alquran yang dibacakan santri atau santriwati.
seperti diketahui, di pondok Tahfiz ini tidak saja belajar menghafal Alquran yang diajarkan, namun juga ilmu Fiqih, Kajian Alquran juga Ilmu Aqidah Akhlak serta lainnya diterima peserta didik. “Siswa kita sekarang yang masih aktif ada 48 orang, sementara juga ada alumni kita saat ini yang menjadi Musrif atau guru di sini, karena telah dianggap mampu dari sisi hafalan dan bacaan Alquran nya,” terang Pendiri Ponpes Haamilul Qur’an, Mahsyan Hasyim yang ditemui,Senin kemarin.

katanya, Pondok yang fokus dalam mengajarkan program Tahfiz ini selama Ramadan kedepan berencana untuk mengkarantina para santri atau memondokkkan tanpa boleh pulang selama puasa. Sehingga ibadah puasa full akan dijalankan di pondok. Hal ini jelasnya karena alasan untuk lebih memberikan rasa ke khususan dalam belajar. Disamping itu para pengajar dapat mantau secara penuh aktivitas peserta didik.

Mahsyan menerangkan, bahwa pemondokan selama sebulan Ramadan ini akan diupayakan untuk menguatkan pendidikan moral para santri, dia berharap setelah sebulan karakter peserta didik bisa lebih baik, sikap dan tutur kata bisa terjaga.

“Nantinya selama sebulan santri tidak boleh pulang, kita akan didik bagaimana berkata yang baik, bersikap yang santun, dan lainnya sehingga setelah keluar dari pondok nantinya ada perubahan,” harapnya.

Dia menjelaskan bahwa selama ini keberadaan ponpes tersebut tidak mengikat para santri, dimana kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan tanpa harus mondok, namun secara khusus untuk ramadan akan diwajibkan.

Nantinya selama di pondok juga akan diwajibkan untuk menghafal juz 30, Surat Yasin, Surat Al-Kahfi, Almulk, Ar-rahman, disamping belajar tajwid, Fiqih dan lainnya kaitan dengan ilmu-ilmu agama.

“Supaya mereka betah di pondok kami siapkan kiat-kiat bagaimana mereka bisa terpesona dengan Al-quran,” tuturnya.

Sementara, menyangkut situasi pandemi covid-19, katanya pihak pondok tetap menerapkan protokol kesehatan, dimana kunjungan wali murid sendiri akan dibatasi waktunya. Selama sebulan penuh hanya diperbolehkan berkunjung dua kali selama puasa.

“Ini untuk menghindari kontak yang sering,” katanya.( bersambung )

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Awas…Polisi Akan Tindak Warga Main Petasan

Read Next

Komisi II Akan Cek Proyek Irigasi Tetes KLU

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *