Mataram Dihadapkan Sampah

Sampah

RAZAK/RADAR MANDALIKA SAMPAH: DLH Kota Mataram menurunkan alat berat untuk membereskan sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sampah ilegal di wilayah perbatasan Kelurahan Turida dan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Senin (8/09).

MATARAM – Kota Mataram masih dihadapkan dengan setumpuk sampah. Karena itu, penanganan sampah di ibu kota Provinsi NTB masuk dalam program prioritas 100 hari kerja pasangan Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram yang baru dilantik, yakni H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman. Warga masyarakat pun tengah menunggu janji kepala daerah.

Pasangan jargon HARUM itu harus mengencangkan ikat pinggang. Pasalnya, hingga saat ini masalah sampah di Kota Mataram seoalah tak ada habisnya. Tumpukan sampah di beberapa lokasi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Mataram. Termasuk potensi sampah yang menumpuk di tempat pembuangan ilegal, sekaligus menutup potensi tempat sampah ilegal.

Tumpukan sampah membuat warga masyarakat gerah. Faktanya, Senin (8/03), sejumlah warga Lingkungan Turida Barat, Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, mendatangai Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. Mereka memprotes tumpukan sampah di tempat pembuangan ilegal yang berlokasi di perbatasan Kelurahan Turida dan Babakan.

Aksi protes warga rupanya membuahkan hasil. Pihak dari DLH Kota Mataram langsung terjun ke lapangan dan menurunkan alat berat guna membereskan tumpukan sampah di tempat ilegal tersebut. Beberapa truk pengangkut sampah milik dinas terkait pun langsung mengangkut sampah ke TPA Regional.

Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana meminta dinas teknis yang menangani masalah sampah agar mencari solusi atas persoalan sampah dimana-mana. Tetapi di satu sisi, diakuinya, dinas terkait masih terkendala soal minimnya anggaran penanganan sampah. Sehingga berdampak terhadap berkurangnya mobilitas truk pengangkut sampah dari TPS ke TPAR.

“Yang seharusnya idelanya mereka bisa mengangkut tiga kali. Sekarang dengan keluarnya Perpres (Nomor 33 Tahun 2019), mereka hanya bisa mengakut satu kali,” ungkap dia, kemarin (9/03).

Dia juga meminta Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram mencari jalan keluar agar anggaran operasional penanganan sampah bisa kembali normal. “Beberapa opsi sudah kita berikan, termasuk juga permintaan dari LH sendiri berkaitan dengan sistem SPJ. Akan dibicarakan langsung dengan BKD. Karena menurut LH, itu salah satu jalan keluar agar rate (pengangkutan sampah) bisa tiga kali,” beber Mohan.

Lebih lanjut, dia juga menekan seluruh camat agar ikut bertanggung jawab soal masalah sampah di wilayah masing-masing. Jangan hanya bisa melaporkan kondisi sampah. Tetapi juga harus turun menangani masalah sampah bersama warga masyarakat dengan cara gotong royong.

“Saya akan awasi betul pak camat-camat ini,” tegas mantan Wakil Wali Kota Mataram dua priode itu.

Terpisah, Pimpinan Komisi I DPRD Kota Mataram, Herman, meminta camat dan lurah supaya cepat tanggap dalam mengatasi masalah sampah di wilayah masing-masing. Seperti halnya penanganan sampah yang menumpuk di tempat pembuangan ilegal di wilayah perbatasan Kelurahan Turida dan Babakan. Yang sudah ditangani alat berat oleh DLH Kota Mataram.

“Jangan nunggu masyarakat beraksi, baru action. Ubah budaya kerja, tanggap terhadap persoalan,” kata anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Sandubaya itu. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dewan Tuntaskan Persoalan PIP SDN Jango

Read Next

Dukungan AHY di Daerah Menguat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *