Lale “Goda” DPP Partai Gerindra

f lale

PRAYA – Calon Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri yang juga Ketua DPC Partai Gerindra mulai diganggu posisinya dengan munculnya istri Sekda NTB, Lale Prayatni. Diam-diam, Lale menunjukkan keseriusannya maju di Pilkada 2020. Bahkan perlahan informasinya, Lale “menggoda” petinggi DPP Partai Gerindra agar bisa diusung partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Kepada Radar Mandalika, Lale mengaku telah memutuskan untuk mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tanggal 6 Juli 2020. Sementara, sekarang Lale sudah bisa memiliki kartu tanda anggota (KTA) Partai Gerindra karena langsung berkomunikasi dengan DPP.

 “Saat ini surat pengunduran diri saya sudah di Pak Bupati Lombok Barat, sedang diproses ke pusat. Jadi dengan ini saya bisa fokus untuk maju sebagai Calon Bupati Loteng, komunikasi dengan beberapa pihak juga masih berjalan,”  ungkapnya via ponsel, kemarin.

Sementara disinggung soal Pathul Bahri. Dia tetap optimis bisa mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra, saat ini dia hanya mengikhtiarkan dengan maksimal seluruh peluang yang ada.

“Yang menentukan nanti kan DPP, kalau dari awal pesimis duluan mana bisa baik hasilnya,” tegasnya.

Lale juga mengetahui, sementara ini seluruh partai belum ada satupun yang mengeluarkan rekom ke bakal calon. Jadi peluang ini masih terbuka lebar.

 “Intinya saya tetap berjuang untuk mendapat rekom nomor satu, masalah dari partai mana yang akan mengusung nanti, saya sangat terbuka untuk persoalan koalisi,” katanya.

Selain Gerindra, Lale juga intens membangun komunikasi hingga ke pusat dengan PKS. Selain itu ada PAN, PBB dan PKB juga pernah berkomunikasi beberapa waktu lalu. Bahkan, Beberapa hari lalu, Habib Ziadi Thohir juga sudah menemuinya.

“Aaya tunggu langkah partai masing-masing, kondisi semua sama saat ini, partai mencari calon, calon juga mencari partai. Jadi sama-sama saling membutuhkan, persoalan jodoh nanti itu ada keputusan akhir setelah semua sudah memfinalkan komunikasi yang penting ikhtiar tetap kita lakukan,” terangnya.

“Saya tetap ingin menjadi nomor satu, kalau di dua gendernya jadi ngak mantul, supaya kelihatan gendernya,” tambahnya.

Lale mengatakan, sudah hampir 25 tahun dirinya mengabdi di lingkup Pemkab Lombok Barat (Lobar), menjadi birokrat dan dibesarkan sejak SMP di Lobar. Maka saatnya untuk pulang dan mengabdi di tanah kelahiran Loteng. “Gen saya juga gen politik, mulai dari ibu yang menjabat sebagai anggota legislatif dari wilayah hingga pusat, hal ini yang mendorong saya masuk ke dunia politik,” beber dia.(cr-buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Diduga Embat Istri Tetangga, Ketua Bawaslu Loteng Dipolisikan

Read Next

Bim Pelaku Pembunuh Polisi Tewas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *