PEMERIKSAAN: Kantor PT AMGM di Mataram saat digeledah KPK, Jumat (24/7) atas kasus korupsi yang menjerat Direktur Utama dan Bupati Lobar.(WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Komisi II DPRD Lombok Barat (Lobar) mendesak evaluasi tubuh pengurus PT Air Minum Giri Menang (AMGM). Buntut kasus korupsi Direktur Utama PT AMGM nonaktif H. Sudirman dan Bupati Nonaktif H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ).

Ditunjuknya Plt. Dirut PAM Giri Menang Aini Kurniati oleh Wakil Bupati pelaksana wewenang Bupati Hj. Nurul Adha dinilai menjadi langkah yang tepat untuk pembenahan tubuh perusahaan air minum itu.

“Tapi yang saya tangkap dari awal, memang PDAM ini perlu dirombak total kalau menurut saya. Karena bagaimanapun, jadi pertanyaan publik,” ujar Anggota Komisi II DPRD Lobar Munawir Haris kepada awak media, Senin (27/7).

Politisi PAN itu juga sempat mempertanyakan mengapa saat Dirut Sudirman menjabat tanpa adanya pelantikan. Padahal melihat lazimnya seorang pimpinan perusahaan daerah, harusnya ada pelantikan untuk mengambil sumpah janji jabatan di bawah kitab suci.

“Pertanyaan besarnya, pernahkah Dirut Sudirman ini dilantik? Sampai detik ini mohon maaf, ndak pernah ada pelantikan yang namanya Sudirman ini sebagai Dirut,” ungkap Munawir Haris.

Menurutnya, perombakan itu dirasa perlu terutama oknum yang menjadi orang dekat Sudirman. Sedangkan bagi orang yang sudah lama di perusahaan itu dan benar-benar bekerja, tentu perlu dipertahankan karena lebih mengetahui pelayanan kepada masyarakat.

“Ini yang perlu selektif adalah jabatan dirut ini, karena harus orang yang betul-betul memahami tentang persoalan PDAM. Ini kan persoalan PDAM ini kan ndak akan pernah selesai,” imbuhnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami pihak yang terlibat atas kasus korupsi Dirut dan Bupati. Sehingga evaluasi dinilainya harus diberikan kepada oknum yang merupakan pleger pelaku atau medepleger turut serta. Apalagi jika diketahui yang bersangkutan masih ada ikatan keluarga dari Dirut nonaktif Sudirman.

“Perlu dievaluasi menyeluruh oleh Plt. Bupati dan Wali Kota sebagai pemilik saham,” sarannya.

Sorotan lebih tajam Munawir Haris tertuju pada jabatan Dirut itu. Pasalnya, kinerja Dirut pada periode ini justru tidak terlalu bagus dan hanya meninggalkan persoalan. Dari Rp118 miliar penyertaan modal yang diberikan Pemkab Lobar untuk jaringan pipanisasi, justru tidak berjalan dengan baik.

“Ini kan dia gagal proyek ini. Buktinya kan banyak sekali kebocoran. Lagi dianggarkan penyertaan modal kemarin 2025, Rp5 miliar untuk jaringan baru. Belum lagi yang lain dan sebagainya,” kritiknya.

Pihaknya sangat berharap nantinya para pemegang saham perusahaan daerah itu selektif menunjuk jajaran pimpinan perusahaan itu. Mengutamakan profesionalisme daripada politik.

“Namanya perusahaan, sisi pertama profesional, nirpolitik. Ini kan kemarin ndak bisa kita pungkiri Dirut yang kemarin ini. Semua acara dia hadir dan semua acara dia urus, acara partai Bupati dia hadir, masalah KONI dia mewakili Bupati katanya, masalah semua ini pokoknya. Kan ndak salah publik melihat kemarin bahwasanya ada seolah-olah dia Wabup bayangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi mendorong Sudirman segera dicopot dari posisi Direktur Utama PT AM Giri Menang. Setelah Wabup Hj. Nurul Adha dan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menunjuk Direktur Umum dan Keuangan Aini Kurniati sebagai Pelaksana Tugas (Plt.), ia menilai para pihak terkait harus segera mengambil langkah terhadap posisi Dirut. Mengingat hal ini berkaitan dengan citra perusahaan daerah itu di mata masyarakat.

“Kedua belah pihak (Pemkab dan Pemkot Mataram) harus segera mengambil langkah untuk pemberhentian Dirut PDAM (PTAM Giri Menang),” tegas Ivan.

Meski diakuinya pihak mereka belum menerima laporan penunjukan Plt. Dirut, namun pihaknya lebih mendorong agar kedua pemegang saham mencopot Sudirman dari posisinya.

“Karena ini kan masalah kemaslahatan umat juga, masalah air ini. Jangan sampai terganggu,” imbuhnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *