Jalur Penghubung Tiga Dusun Pelangan Rusak Parah

  • Bagikan
F JALANNN
IST/RADAR MANDALIKA BERLUBANG: Beginilah kondisi jalan penghubung tiga dusun di Desa Pelangan Kecamatan Sekotong.

LOBAR–Warga Desa Pelangan Kecamatan Sekotong mengeluhkan jalan penghubung tiga dusun yang rusak parah. Jalur itu dulunya sempat diaspal menggunakan lapen, namun kini berlubang dan berbatu. Tidak adanya irigasi atau saluran di bagian sisi jalan membuat air yang turun dari bukit justru melalui jalan tersebut. Lama kelamaan, jalan tersebut berubah menjadi jalur air dan mengikis aspal lapen yang ada.

I Wayan Puspa, warga desa setempat mengakui bahwa jalan tersebut sudah rusak sejak bertahun tahun. Masyarakat melalui pemerintah dusun setempat  sudah mengusulkan ke pemerintah desa untuk dilakukan perbaikan. “Kita sudah usulkan ke desa, namun karena anggaran jadi belum bisa tertangani,” ungkapnya, kemarin (20/12).

Menurut anggota BPD Desa Pelangan, warga melalui tiga kepala dusun yakni Kepala Dusun Mecanggah, Kepala Dusun Pengendan dan Kepala Dusun Gunung Embid telah membuat surat yang ditujukan ke Bupati dalam hal ini Dinas PU-PR Lobar untuk menanganinya. “Kita sudah membuat surat dan akan diajukan ke Bupati melalui Dinas PU,” imbuhnya.

Masyarakat berharap jalan tersebut ditingkatkan statusnya menjadi jalan kabupaten. Sehingga perbaikannya bisa melalui anggaran kabupaten.  “Kami merasa pemerintah desa belum bisa. Makanya kita berharap ke kabupaten,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pelangan, Zainul Hafidz mengatakan pihaknya dulu sempat melakukan perbaikan jalan tersebut melalui dana desa (DD). Namun, karena jalan tersebut tidak memiliki drainase yang bagus, akhirnya rusak lagi.

“Kita pun sudah berinisiatif mengusulkan ke kabupaten dengan harapan bisa ditingkatkan statusnya menjadi jalan kabupaten,” katanya.

Menurutnya, perbaikan jalan dengan panjang hampir 4 km itu hanya bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten. Sebab jika berharap dari DD tentu belum mampu, terlebih kondisi saat ini. “Mudahan dari kabupaten bisa memberikan solusi,” tambahnya.

Usaha dari pemerintah desa tak hanya sampai di situ. Pihaknya bersama BPD dan juga perangkat desa lainnya akan mencoba berkoordinasi dengan kalangan dewan di Lobar dan Dinas PU-PR. “Akan kita sampaikan hal ini. Selain bersurat, kita berencana akan menghadap ke kabupaten,” pungkasnya. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *