Jalan Rusak, Warga Pakuan Tanam Pohon Pisang

F JALAN

IST/RADAR MANDALIKA BERLUBANG: Jalan Desa Pakuan Kecamatan Narmada berlubang dan rusak parah. Warga pun menanam pisang di jalan itu, Jumat (27/8).

LOBAR–Warga Dusun Pesantek, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada menanam pohon pisang di tengah jalan desa setempat sejak Jumat (27/8) lalu. Aksi itu bentuk protes yang dilakukan warga melihat kondisi jalan setempat tak kunjung diperbaiki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar. “Lima batang pohon pisang sengaja kita tanam di titik ruas Jalan Desa Pakuan, bentuk protes karena kondisi jalan rusak parah dan berlubang yang tidak kunjung untuk diperbaiki,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Kondisi jalan yang rusak parah itu dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Terutama para pengendara roda dua karena ada sejumlah titik jalan itu yang berlubang. Warga setempat bahkan beberapa kali bergotong royong menimbun jalan rusak itu. Namun tetap saja itu tidak bertahan lama. “Kami dan warga di sini berharap supaya jalan ini segera untuk diperbaiki,” katanya.
Aksi tanam pohon pisang ini diakuinya bukan kali pertama. Sudah tiga kali aksi itu dilakukan warga demi menarik perhatian pemerintah daerah. Namun hingga kini belum ada respon. “Kita minta jalan ini untuk segera diperbaiki. Jangan sampai nanti memakan korban. Ini kita minta atas aspirasi masyarakat untuk menyampaikan bahwa kondisi jalan kita sangat butuh perhatian,” harapnya.
Kepala Desa Pakuan, Mardan Haris membenarkan jalan desa itu kondisinya rusak parah. Warga pun menanam pohon pisang di jalan itu. Ia mengaku sudah berapa kali mengusulkan jalan itu untuk diperbaiki melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) kecamatan maupun di desa. Bahkan informasinya tahun 2021, akan diperbaiki dari jalan ruas Keru-Sesaot yang panjangnya sekitar 10 kilometer. Tetapi dari informasi Dinas PUPR Lobar tidak ada anggaran karena pandemi. Sehingga program perbaikan jalan ini ditunda.
Lanjut kata dia, jalan yang diberikan untuk perbaikan adalah ruas Gontoran-Pasar Lembah Sempage. “Menurut hasil Musrembang Kecamatan dan Musrembang Kabupaten menurut Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Narmada kita HM Zaenudin, usulan kita sudah masuk di Musrembang Kabupaten. Jalan ruas Keru-Sesaot di hotmix dan jalan ruas Lembah Sempage-Pesantek Desa Pakuan dengan panjang satu kilometer untuk dihotmix. Karena kemarin persoalan Covid-19 sehingga ditunda pengerjaannya dan kita dijanjikan di tahun 2022,” ujar Mardan.
Dia berharap jalan yang rusak ini secepat mungkin bisa diperbaiki. Karena dikhawatirkan musim penghujan dan mobilitas warga pergi ke pasar menjadi terganggu. “Jangan sampai nanti putus atau tidak bisa dilewati oleh pengguna jalan baru diperbaiki,” imbuhnya. (Win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Warga di Tengah Sirkuit Menunggu Kejelasan

Read Next

Minim Siswa, Sejumlah SD di Loteng Akan di-Merger

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *