LOBAR– Memasuki hari kedua perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lombok barat (Lobar) menggelar kegiatan Halal Bihalal dipusatkan di Pendopo Bupati pada Minggu (22/03). Halal bihalal yang terbuka untuk umum itu, menjadi momen jajaran pimpinan daerah untuk berinteraksi langsung dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta lapisan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, didampingi istri beserta Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, secara terbuka menerima kedatangan tamu yang hadir untuk bersilaturahmi. Kegiatan ini tidak hanya sekadar ritual tahunan pasca Ramadan, juga menjadi fondasi memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna membangun daerah yang lebih harmonis. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Halal Bihalal kali ini mengusung konsep yang lebih efisien. Jika biasanya ramah tamah dilakukan di kediaman masing-masing pimpinan daerah secara terpisah, tahun 2026 ini Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memutuskan untuk memusatkan seluruh kegiatan di satu lokasi, di Pendopo Bupati.

Hadir dalam satu lokasi yang sama, Bupati H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, serta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah H. Akhmad Saikhu menyambut para tamu dengan hangat. Bupati LAZ menjelaskan bahwa perubahan format ini bertujuan untuk efektivitas koordinasi dan kenyamanan bagi tamu yang datang.

“Pada hakikatnya, halal bihalal ini memiliki satu tujuan utama, yaitu memperkuat silaturahmi. Kami ingin memastikan bahwa komunikasi antara pimpinan dan staf serta masyarakat tetap terjaga dengan baik tanpa adanya sekat yang kaku,” ujar H. Lalu Ahmad Zaini di sela-sela kegiatan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, Bupati memanfaatkan momen ini memberikan pengarahan terkait tanggung jawab profesi bagi para ASN. Mengingat padatnya agenda pemerintahan yang sudah menanti, ia menekankan agar seluruh ASN segera kembali fokus pada tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam memberikan pelayanan kepada publik.

Pelaksanaan Halal Bihalal yang dijadwalkan hanya dalam satu hari ini merupakan bentuk efisiensi waktu agar tidak mengganggu jadwal kerja formal. Bupati menegaskan bahwa sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku, seluruh ASN diharapkan sudah kembali beraktivitas secara normal mulai hari Rabu, 25 Maret 2026.

“Terkait kedisiplinan, saya tegaskan bahwa tidak diperkenankan adanya penambahan masa libur di luar ketentuan yang ada. Cuti hanya diberikan kepada ASN yang telah mengajukan sebelumnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita harus kembali fokus pada tugas dan tanggung jawab,” tegas Bupati LAZ secara normatif.

Lobar dikenal memiliki tradisi yang kuat pasca-Idul Fitri, salah satunya perayaan Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat. Pemda menyadari agenda ini akan menyerap perhatian masyarakat luas serta memerlukan pengamanan dan pengaturan yang matang dari jajaran Pemda.

Bupati LAZ mengingatkan jajarannya agar segera bersiap menyambut rangkaian agenda penting tersebut. Keseriusan seluruh perangkat daerah sangat dibutuhkan agar tradisi tahunan ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman bagi seluruh wisatawan maupun warga lokal.

“Dalam waktu dekat akan terdapat sejumlah agenda penting yang berkaitan dengan tradisi Lebaran Ketupat. Untuk itu, dibutuhkan kesiapan dan keseriusan seluruh jajaran agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar serta sesuai dengan harapan bersama,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut ditutup dengan suasana khidmat. Melalui sistem terpusat ini, para tamu undangan merasa lebih efisien dalam melakukan ramah tamah karena dapat bertemu langsung dengan seluruh jajaran pimpinan daerah dalam satu kesempatan, yang mencerminkan semangat kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *