IKA-PMII NTB Gelar Iftor Jama’i ke-7, Tekankan Keaktfikan Alumni dan Kaderisasi. (ist)

MATARAM — Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA-PMII) Nusa Tenggara Barat menggelar acara Iftor Jama’i (buka bersama) dan silaturrahim Ramadan ke-7, Selasa (17/03). Kegiatan berlangsung di kediaman tokoh PMII NTB, Akhdiansyah yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 alumni, baik senior maupun yunior IKA-PMII NTB, yang memadati lokasi acara dalam suasana penuh keakraban.

Dalam sambutannya, Akhdiansyah menyampaikan terima kasih atas kehadiran para alumni dan kader PMII se-NTB. Ia juga menginformasikan bahwa pada 19–20 April mendatang akan digelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dirangkaikan dengan halal bihalal, reuni alumni, serta launching kartu anggota (member card) IKA-PMII NTB.

Akhdiansyah menjelaskan, dalam rangka persiapan launching kartu anggota, pendataan alumni terus dilakukan secara masif. Karena itu, seluruh alumni diharapkan berpartisipasi aktif dalam proses pendataan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mendorong kontribusi bersama untuk pembangunan Graha Mahbub Junaidi sebagai bagian dari penguatan kelembagaan. Ia menegaskan, partisipasi dalam pembangunan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh alumni.

“Jadi tidak hanya yang anggota dewan dan para alumni pejabat, tapi juga semua alumni silakan ikut berpartisipasi dalam bentuk apapun,” ungkap politisi PKB itu.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh alumni, di antaranya Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir yang juga Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB, Drs. Marinah Hari selaku Pembina IKA-PMII NTB, Drs. H. Jamiluddin, M.M., serta Dr. H. Saleh Ending.

Dalam tausiyah menjelang berbuka, Prof. Masnun Tahir menekankan pentingnya menjaga soliditas dan peran strategis alumni dalam organisasi.

“Kalau diundang, wajib hadir. IKA-PMII harus berdampak,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ikatan emosional dan ideologis dengan PMII, terlepas dari latar belakang profesi masing-masing alumni.

“Apapun profesi kita hari ini, kita kembali ke rumah bersama PMII,” katanya.

Masnun mengingatkan pentingnya menyiapkan kader dan generasi secara lebih luas, tidak hanya berfokus pada kampus tertentu seperti UIN atau UNU, tetapi juga menjangkau berbagai perguruan tinggi lainnya.

Menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan tidak terjadi “lost generation”, termasuk di lingkungan keluarga sendiri. Ia juga menyinggung pentingnya distribusi keilmuan dan peran alumni agar tidak terpusat pada satu bidang saja.

Masnun turut menyoroti fenomena keberagamaan kontemporer yang cenderung tidak autentik akibat pengaruh media, serta mengingatkan pentingnya menjaga nilai ukhuwah. “Jangan sampai kehilangan arah, dan lupa jalan pulang,” ujarnya.

Selain menjadi ajang silaturrahim, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial. Sebanyak 25 anak yatim menerima santunan, serta pembagian 200 paket bantuan kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan jejaring alumni sekaligus mendorong kontribusi nyata IKA-PMII bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *