Dugaan Pungli Agen Brilink Belum Masuk di Polres

F Kasat Reskrim

AKP Pryo Suhartono

PRAYA – Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) berkedok biaya administrasi dalam penarikan bantuan social (Bansos) berupa, PKH dan BPNT di tingkat agen brilink belum masuk ke Polres Lombok Tengah sampai sekarang.

Demikian juga soal dugaan aliran uang yang disetor oknum agen brilink ke Dinas Sosial Lombok Tengah, seperti diungkapkan massa aksi dari LSM JATI NTB, beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Pryo Suhartono yang dikonfirmasi menegaskan, polisi belum menerima laporan soal dugaan ini.”Kami pasti dalami kalau ada kasus itu, kalau sudah masuk laporan pasti kami bakalan panggil saksi supaya jelas,” ungkapnya kepada media, Senin kemarin.

Kasat Reskrim menambahkan, apabila laporan masuk tanpa disertai bukti yang kuat, seperti bukti transaksi dugaan pemotongan atau video atau bukti lainnya bisa saja kasusnya akan ngambang. Hal ini mengingat tidak adanya bukti kuat.

“Misalnya ketika kita transfer dari bank yang berbeda maka akan kena biaya Rp 7.500 maka tidak bisa kita mengatakan pihak bank korupsi,” terangnya.

 Namun, ketika ada perjanjian bahwa apabila transfer ke rekening maka akan dikenakan biaya, katanya itu jelas pertanggungjawabannya secara tertulis dan tercatat sistem. Akan tetapi, jikalau tiba-tiba dilakukan transfer ke bank yang berbeda dan dibebankan biaya Rp 20 ribu, maka kemana itu 12.500 ?

“Maka itulah yang patut dicurigai, mengingat tidak bisa pembuktian di mata hukum apabila hanya cerita-cerita saja,” sebut kasat.

“Kecuali ada pemotongan dan ada tanda terima atau cap jempol yang bisa disesuaikan dan dicocokkan itu baru bisa dijerat. Intinya kalau ada bukti silakan lapor dan kami akan proses,” janjinya.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pusat Janji Tuntaskan RTG 2020

Read Next

Ancam Blokir Jalur TPA Pengengat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *