LOMBOK TENGAH – Pendistribusian makanan bergizi gratis (MBG) pada malam hari di Kecamatan Janapria yang viral di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Kepala SPPG Lingkok Beringe, Nasrullah, didampingi Koordinator MBG Kecamatan Janapria, Abdullah Supriadi, menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi yang terjadi pada Kamis, 9 April 2026, disebabkan oleh kendala teknis di lapangan.
Nasrullah mengakui, pendistribusian MBG yang baru dilakukan sekitar pukul 21.00 WITA tidak sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Ia menyebut, keterlambatan tersebut dipicu oleh keterbatasan bahan bakar gas yang saat itu mengalami kelangkaan, serta kekurangan bahan baku dalam proses pengolahan makanan.
“Memang benar terjadi keterlambatan distribusi. Hal ini disebabkan karena gas habis dan sulit didapat, serta bahan baku yang juga terbatas saat proses persiapan,” jelas Nasrullah dalam video klarifikasi berdurasi 1 menit 18 detik.
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut murni faktor teknis dan tidak ada unsur kesengajaan. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan para kader di lapangan untuk menjelaskan kondisi yang terjadi kepada para penerima manfaat.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Nasrullah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan kader atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat keterlambatan tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kader dan menyampaikan permohonan maaf. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kejadian ini akan menjadi perhatian serius bagi tim SPPG Lingkok Beringe dalam memperbaiki sistem distribusi ke depan. Evaluasi akan difokuskan pada kesiapan logistik, termasuk ketersediaan bahan bakar dan bahan baku, agar tidak terjadi kendala serupa.
Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok penerima manfaat di tingkat desa. Oleh karena itu, kelancaran distribusi menjadi aspek penting yang harus dijaga.
Nasrullah menegaskan, pihaknya akan memperkuat koordinasi serta menyiapkan langkah antisipatif, termasuk menyediakan cadangan bahan bakar dan bahan baku guna memastikan distribusi berjalan tepat waktu.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan. Kejadian ini menjadi evaluasi agar distribusi ke depan lebih optimal dan tepat waktu,” pungkasnya. (red)
