Diisukan Masuk Varian Delta di NTB, Kadikes: Belum Bisa Dipastikan

F swab

DOK/RADAR MANDALIKA CEK: Petugas kesehatan saat melakukan swab kepada seorang warga, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Informasi beredar luas adanya pasien covid-19 tengah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Harapan Keluarga (HK) Mataram. Dikabarkan jika pasien itu terpapar varian baru delta.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) NTB, Lalu Hamzi Fikri yang dikonfirmasi membenarkan adanya pasien namun belum bisa memastikan pasien itu terjangkit varian delta atau tidak.
“Masih diperiksa di rumah sakit, belum jelas. Ndak bisa kita pastikan sekarang,” bebernya kepada Radar Mandalika, Selasa kemarin.
Pasien tersebut berasal dari luar NTB. Di Lombok dia statusnya bekerja. RS setempat pun telah mengabarkan ke pihak keluarganya. Fikri enggan menjelaskan kronologis pasien dengan detail. “Itu harus dipastikan apakah varian baru atau tidak kita kirim (sampelnya) ke Pusat dulu. Saya sudah minta di RS Provinsi di Litbangkesnya untuk ambil sampel dan segera dikirim ke Jakarta,” ungkap Fikri.
Fikri membenarkan pasien itu saat ini sedang dirawat di ruang isolasi. Tetapi lagi-lagi dirinya menegaskan belum bisa dipastikan terjangkit varian baru. Hasil tes antigen saat ini masih negatif.
“Belum jelas,” katanya.
Mantan Direktur RSUD Provinsi itu menjelaskan, perbedaan Covid-19 dengan varian baru yang saat ini ramai menjadi isu. Varian baru itu lebih cepat menularkan (Spreader) ke orang lain melalui droplet (air liur). Fikri juga menjelaskan rasio kematian delta lebih rendah dari varian Alpa dan Beta. Tingkat resiko kematian varian Delta hanya 0,3 persen, sementara Alpa 1,9 persen dan Delta diangka 1,5 persen.
Untuk medeteksi varian baru itu, tentu dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR), kemudain ada juga namanya CT Value. Hal lainnya juga perlu dicek perburukan kliniksnya (kondisi pasien) apakah mencurigkan atau tidak. Jika mencurigakan maka dilakukan tahap Sekuensing, mengirim hasil beberpa tes ke pusat.
“Dan kita tunggu jawabannya,” tegasnya.
Fikri tidak menampik NTB juga masuk daerah yang beresiko tertular varian baru Covid-19. Untuk itu menurutnya yang harus dilakukan menigkatkan kewaspadaan di pintu-pintu masuk.
“Kalau masalah semua daerah punya resiko,” jawabnya.
Selain kewaspadaan lebih tinggi, penegakan Prokes harus tetap dilakukan secara ketat diluar vaksinasi. Diakuinya stok vaksin di NTB baru hanya 10 persen dari target 70 persen jumlah penduduk di NTB yaitu dari 5 juta Pemprov menargetkan 3,5 juta masyarakat NTB harus divaksin. Hingga saat ini yang sudah tervaksin diangka 30 ribuan. Angak tersebut bertambah dari sebelumnya hanya 20 ribu. Hal itu berkat upaya Forkopimda lainnya, TNI/Polri yang juga tengah bergegas melakukan vaksinasi.
“(Vaksinasi) ini terus berjalan,” katanya.
Saat ini malah sudah ada perluasan vaksinasi yaitu dari usia 17 tahun. Namun hal itu belum dilakukan mengingat Petunjuk Teknsi (Jukni) dari Kementerian Kesehatan belum turun.
“Malah lebih banyak lagi yang harus kita siapkan vaksinasinya,” katanya.
Ditanya koordinasi dengan pusat, Fikri mengaku terus melakukan itu bahkan surat permintaan vaksin pun telah dilayangkannya. Di daerah untuk pelaporan ke pusat tetap lancar selain pelaporan manual juga on line.
“Pusat bisa melihat stok vaksin kita. Kalau pelaporan itu lancar,” katanya.
Sembari menunggu stok vaksin dari pusat masyarakat diimbau selalu patuhi Prokes. Katanya pandemi belum brkahir sehingga salah satu langkah protektif dengan vaksinasi tersebut.
“Ini proteksi kita,” katanya.

Sementara, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr L Herman Mahaputra mengatakan pasein tersebut berasal dari Banjarnegara. Saat ini sampelnya sudah terkirim ke pusat. Diakuinya hasil dari pusat agak lama mengingat di sana antre. “Belum jelas hasil dari Litbangkes Pusat. Hasilnya agak lama,” kata Jack saat dikonfirmasi terpisah.
Jack mengatakan, pihaknya baru mengirim satu sampel pasien yang diduga terjangkit varian baru tersebut.“Baru ini saja,”katanya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemulangan Jenazah TKI Asal Labulia Dipastikan Sulit

Read Next

Pendaftar Dirut PDAM Loteng Sedikit

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *