Di Balik Kedatangan Jenazah TKI Asal Desa Labulia

F Bok

FENDI/RADAR MANDALIKA DITURUNKAN: Sejumlah warga saat menurunkan peti jenazah milik almarhum, Sanimah 40 tahun warga Desa Labulia, Jumat kemarin.

Tangis Keluarga Pecah, Minta Peti Jenazah Dibuka

Akhirnya keluarga dari tenaga kerja Indonesia (TKI), Sanimah 40 tahun warga Dusun Batu Tinggang Desa Labulia kini bisa melihat jenazah dari anggota keluarganya. Kurang lebih dua bulan lamanya, jenazah TKI tak kunjung dipulangkan dari negara tempat kerjaya di Irak.

FENDI- LOTENG

JUMAT (09/10), sekitar pukul 10.00 wita, jenazah dari almarhum TKI atau TKW, Sanimah 40 tahun tiba di kampung halamannya di Dusun Batu Tinggang Desa Labulia, Kecamatan Jonggat. Keluarga menunggu kedatangan almarhum sejak menerima kabar duka 14 April 2021 lalu.

Kurang lebih dua bulan lamanya anak dan saudara almarhum menunggu pemulangan jenazah TKI ini. Tapi saat mobil ambulance milik BP2TKI tiba dengan mengeluarkan suara serine, suara tangis keluarga bahkan tetangga pecah di lokasi.

Dimana, empat orang warga mengangkat peti jenazah itu dan membawa ke berugak dari mobil ambulance. Selang berapa menit, warga berhamburan berkumpul menatap peti jenazah. Ada juga warga yang datang membawa beras, gula atau biasa disebut pelanggar ke rumah duka.

Sementara di sudut peti, ada seorang wanita yang sejak tadi menangis dan merangkul peti itu. Tangisannya seperti mengambarkan kesedihan, kerinduan, dan persaan bersalah yang amat dalam. Dia, Viana Oktavia anak almarhum yang masih membutuhkan kasih sayang sang ibu.
Jarum jam menunjukkan pukul 11.30 Wita, puluhan warga memadati berugak itu. Di selala- sela isak tangis warga mulai bersuara agar peti jenazah dibuka untuk anak almarhum. Pro kontar pun terjadi, dan akhirnya diputuskan untuk dibuka.
Petipun terbuka, tangisan semakin histeris, melihat wajah ibunya yang sudah tak bernyawa. Sosok sang ibu hanya terbungkus kain putih, namun belum dimandikan dan digunakan kain kafan.
“Mandikan saja ayo, ini belum dimandikan dan dikapani,” kata Pajri warga setempat.

Setelah berdiskusi, warga pun sepakat untuk memandikan dan mengkapani almarhumah, kemudian di bawa ke masjid untuk di salatkan sebelum di makamkan di pemakaman keluarga Dusun Dasan Tinggang sekitar jam 14.00 wita.
“Ini yang kami tunggu sejak lama. Terimakasih atas bantuan banyak pihak,” ucap Jamsuri adik dari almarhum.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Terduga Pembobol Toko Emas di Renteng Diamuk Massa

Read Next

Akan Turun Periksa Hewan Kurban

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *