Danrem Salurkan Sembako Kepada Warga Terpapar Covid-19

F danrem

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID TERJUN: D162 Wirabhakti saat memberikan bantuan sembako kepada warga terpapar Covid-19, Kamis kemarin di wilayah Jonggat.

PRAYA – Danrem 162 Wirabhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani terjun langsung menyalurkan bantuan sembako ke desa. Sasarannya, warga berstatus pasien isolasi mandiri yang terpusat di desa wilayah Kecamatan Jonggat, Kamis kemarin.
Danrem mengatakan, bahwa Covid -19 ini merupakan virus yang dapat dikelola dengan baik, dimana dengan disiplin mentaati protokok kesehatan. “Saya pernah terpapar Covid-19. Saya Danrem juga kenak, Covid ini bukan karena tidak disiplin namun karena setiap hari turun ke lapangan dengan rutinitas padat,” bebernya di lokasi.
Danrem menambahkan, bahwa tanggalan kalender TNI-Polri itu hitam semua, makanan tidak ada kata libur dalam tugas. Dijelaskannya, bahwa Covid -19 bukanlah penyakit tabu, sebenarnya hanya dengan istirahat isolasi selama 14 hari dimasa inkubasi dapat menolak atau menegatifkan yang positif.
Tapi dengan catatan, tidak ada komorbit dan mematuhi aturan pengobatan, makanan dan berjemur pagi hari. “Saya sangat bersyukur melihat di Desa Pengenjek ini sudah ada disiapkan rumah Isolter,” katanya.
Kemudian di isolasi mandiri ini juga diberikan perawatan khusus dan intensif, supaya lebih cepat pemulihannya.

Sementara, Kabupaten Lombok Timur, Mataram dan Bima itu menganggarkan sekian miliar untuk penanganan Covid. Setiap desa disubsidi ratusan juta untuk penganggaran Covid-19 dalam rangka dukungan penyelamatan masyarakat terhadap Covid 19.
“Saya tidak mau dengar lagi ada masyarakat isolasi di rumah masing-masing, kasihan keluarganya, banyak yang tinggal dengan orang tuanya yang sepuh, kalau kenak Covid penanganan lebih sulit,” sebut Danrem.

Sementara, Camat Jonggat M Syukur yang hadir di lokasi mengatakan, masyarakat saat ini masih menganggap virus Covid-19 ini merupakan aib.
Menurut camat, virus covid – 19 ini sebenarnya merupakan penyakit biasa yang kemudian dengan prokes dan isolasi mandiri kita bisa sembuh. Camat berharap semua pihak dapat berpartisipasi bahu-membahu dalam memerangi Covid-19 ini.
“Terimakasih pak Danrem, semoga Covid-19 ini segera berlalu,” harapnya.

Ditambahkan Pt Sekda Loteng, H Moh. Nazili mengungkapkan bahwa adanya beberapa hal yang sudah dilakukan oleh Pemda sebagai langkah antisipatif. Dengan melakukan rapat koordinasi terfokus kepada OPD, Kades, Bhabinkamtibmas dan Bhabinkamtibmas dalam penanganan serius dan konferensi berbasis desa.
“Kita membagi Loteng menjadi tiga zona, yakni zona utara meliputi Kecamatan Pringgarata, Batukliang, Batukliang Utara dan Kopang, kemudian zona Tengah meliputi Kecamatan Jonggat, Praya, Praya Tengah dan Janapria dan terakhir zona Selatan yakni Kecamatan Praya Timur, Pujut, Praya Barat, dan Praya Barat Daya,” beber Nazili.

Kemudian, adapun kesepakatan yang di dapatkan. Semua yang dari unusr Forkomindes ikut terlibat bersama mengaktifkan kembali satgas Covid-19 tingkat desa. Tentunya dengan support anggaran 8 persen dari anggara Dana Desa (DD). Termasuk di setiap desa disiapkan tempat isolasi terpusat desa.
Bahkan, Zona Utara disiapkan lokasi isolasi terpusat di Puskesmas yang sedang perbaikan, kemudian di wilayah Tengah di eks Bangunan Hotel Aerotel Praya dan kemudian Zona Selatan di Bangunan Home Stay di Desa Rambitan yang dibangunkan Dinas PUPR.

“Sehingga kedepan dalam kondisi terburuk lonjakan Loteng kami sudah siap dengan langkah antisipasi,” ungkapnya.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

1000 Paket Daging Qurban Didistribusikan NU Care – Laziznu NTB

Read Next

Kapolda Warning Keras Pengguna Dana Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *