Cerita Saksi Mata Saat Mendiang Lalu Ardian Wira Dihantam Ombak

F Bok

SELAMAT JALAN: Jenazah korban usai dimandikan warga, Selasa kemarin.

Bilang ke Paman Tidak Bisa Renang, Beberapa Kali Dihantam Ombak  

Warga Kota Praya dan sekitarnya sempat digemparkan kejadian di Pantai Bukit Merese, Minggu pekan lalu. Seorang pemuda dikabarkan dihantam ombak dan lenyap. Pencarian pun dilakukan selama dua hari dan baru bisa ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

KHOTIM-LOMBOK TENGAH

HEBOH. Yang paling gempar lagi warga net di media social. Banyak penghuni media social tak henti-hentinya memposting foto Lalu Ardian Wira. Selain itu, ada juga yang membuat status dengan mengirimkan doa atas hilangnya Wira pada Minggu pecan kemarin.

Selain di media social, di sejumlah group wa dan lainnya. Nama mendiang Wira mendadak jadi bahan perbincangan.

 Dari sejumlah cerita yang ditampung Radarmandalika.id. Wira ini dikabarkan merupakan calon anggota polisi yang sudah dinyatakan lulus tes. Wira kono besar di Ibu Kota Jakarta, mendiang baru-baru ini kabarnya balik ke tanah kelahirannya dan keluarga besar di Paya Lombok Tengah.

Pemuda 20 tahun ini, bernama lengkap L Ardian Wira Wardana, dia merupakan putra dari pasangan L Suja’i dan Bq. Nurul Huda warga Dusun Kelak Beru, Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Tengah. Wira dihantam ombak saat berswafoto di Pantai Tanjung Bango Bukit Merese, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut. Sementara Wira ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Selasa pagi kemarin.

Selasa siang kemarin, jenazah pemuda ini dan lansung dimakamkan sekitar pukul 13.00 Wita di pemakaman keluarga di Kampung Prapen, Kelurahan Prapen.

Dari cerita yang direkam Radarmandalika.id dari paman almarhum, Lalu Adam Sofian yang juga merupakan saksi. Dia menceritakan, korban hilang dihantam ombak pantai di karang. Awalnya mereka datang ke Lombok untuk bersilaturrahmi bersama semua keluarga besarnya di Praya, mengingat dia lama dan besar di Jakarta.

Adam yang baru menginjakkan kaki di tanah kelahiran keluarga besarnya di Lombok inipun diajak berwisata ke pantai oleh Wira termasuk ke Pantai Cemara Bukit Merese menjadi pilihan bersama keluarga besar bersama rombongan 5 mobil dan sekitar 20 orang menuju pantai untuk bersantai bersama keluarga.

“Sesaat ketika sampai di pantai diajakin foto di pinggir pantai dan mencari-cari spot photo di pinggir karang areal pantai di bawah bukit Merese,” ceritanya di lokasi, kemarin.

Adam sempat beberapa kali mengajak Wira untuk kembali ke tempat keluarga berkumpul, namun tetap tidak di hiraukan malah terus menerus mencari lokasi spot photo sambil mengajaknya.

Selang beberapa waktu kemudian, sampailah di lokasi spot yang dianggap bagus dengan sambil menunjukkan karang yang berada di pinggir pantai yang harus menyeberangi arus air pantai mengingat area tersebut terpisah dengan daratan.

Selanjutnya, Wira mulai mengamankan  pakaian dan handphonenya di pinggir pantai agar tidak basah, dan bergegas menuju karang tempat spot photo yang diinginkan secara beriringan. Sempat beberapa kali dihantam ombak sekitar satu sampai dua meter sebelum sampai karang dituju, ketika sampai, tinggal naik untuk foto Wira dihantam kembali gelombang ombak.

Naas yang dialami sebelum sampai daratan, Adam dan Wira terus dihantam ombak sehingga jatuh ke laut berdua. Saat itu, korban tak bisa tertolongkan. Sedangka Adam mampu bertahan. Sementara Wira hilang.

“Wira sempat membisiki saya, dia bilang paman saya tidak bisa berenang,” katanya menceritkan kata Wira.

“Saat itu saya hanya memikirkan Wira yang tidak ada di permukaan, dan saya terus mencari di area tersebut selama 30 menit, sampai menyelam beberapa kali, namun sia-sia tidak ada hasil, ” sambung ceritanya.

Dengan perasaan cemas, khawatir, takut, menyesal dan semua perasaan yang bercampur aduk menjadi satu. Sang paman yang tidak berdaya memaksakan diri ke daratan dan berusaha memberitahukan keluarga yang sedang bersantai di tempat yang terpisah.

Sementara, Ketua RT di Dusun Bantu Bangke, Ahmad Jayadi menyampaikan, keseharian mendiang Wira dikenal sangat ramah, baik dan berbakti kepada orang tuanya.

“Kalau kemana-mana pasti minta izin dulu ke kedua orang tuanya, kalau tidak diizinkan ngak akan pergi, ” ceritanya.

Jayadi lanjutnya, lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMAN 1 Praya dan sedang mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri dan telah lulus tes kesehatan dan akan melaksanakan tes lanjutan.”Begitu informasi saya terima,” tutur dia.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kadis LH Kota Mataram Positif Korona

Read Next

Pengunjung Retrois Masih Sepi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *