Biaya Rapid Test Antigen 275 Ribu

dr Jack

RAZAK/RADAR MANDALIKA dr. HL Herman Mahaputra

MATARAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSDUD) Kota Mataram mencatat warga yang datang melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen sudah 300 orang. Jumlah itu akumulasi dari sejak hari pertama (21/12) dibukanya pelayanan Rapid Test Antigen di RSUD Kota Mataram.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. HL Herman Mahaputra mengatakan, pemeriksaan Rapid Test Antigen paling banyak dilakukan oleh orang yang hendak melakukan perjalana ke luar daerah untuk berbagai keperluan. Salah satunya bepergian untuk liburan ke luar daerah.

“Rapid Test Antigen ada 300 san orang,” kata dia, kemarin.

Rapid Test Antigen menjadi syarat baru yang ditetapkan pemerintah pusat pada saat melakukan aktivitas perjalanan atau bepergian bagi orang dalam negeri. Rapid Test Antigen sendiri merupakan salah satu cara untuk mendeteksi adanya materi genetik atau protein spesifik dari virus dalam tubuh.

Pemeriksaan Rapid Test Antigen tidak gratis alias dikenakan biaya. Di RSUD Kota Mataram sendiri, biayanya Rp 275 ribu per orang. Pria akrab disapa dr Jack ini menyebutkan, jumlah orang yang melakukan pemeriksaan Antigen di RSUD Kota Mataram rata-rata 50-100 orang setiap hari. Diperkirakan jumlah orang akan terus bertambah.

“Kita buka sampai 50 orang per hari. Bahkan tembus 100 orang. Tergantung lah ya. Yang banyak itu untuk penerbitan perjalanan liburan ke luar daerah,” ungkap dia.

Dari ratusan orang yang melakukan Rapid Test Antigen disebutnya tentu ada yang terkonfirmasi positif corona. Tantunya ditentukan dari hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR). Sementara, hasil pemeriksaan Rapid Test Antigen hanya pendukung untuk mengetahui orang terkonfirmasi reaktif atau non reaktif.

“Tetap saja seperti awal. Kalau nanti dari Rapid Antigen ini hasilnya reaktif, maka kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR. Untuk memastikan positif dengan PCR,” jelas dr Jack.

Dari sekitar 300 orang yang Rapid Test Antigen di RSUD Kota Mataram, sebut dia, 10 persen diantara terkonfirmasi reaktif Covid-19. Lantas apakah langsung menjalani karantina? dr Jack menjawab tergantung dari kondisi orang bersangkutan. Apakah dengan tanpa gejala atau tidak.

“Kita selalu menyarankan kepada masyarakat bila hasil pemeriksaan Antigen reaktif, maka kita lanjuti dengan pemeriksaan PCR. Bila itu positif, nanti kita lihat kalau tanpa gejala iya udah isolasi di rumah. Gak perlu di rumah sakit, nanti kalau semua harus dirawat di rumah sakit yang tanpa gejala overload rumah sakit,” papar dia.

RSUD Kota Mataram tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien positif Covid-19. Pihak rumah sakit juga berusaha menyembuhkan penyakit penyerta atau komorbid bagi pasien positif Covid-19 yang memang memiliki penyakit komorbid. Pasien juga diberikan pelayanan untuk penanganan awal.

“Pasien-pasien jangan takut periksa. Kalau emang indikasinya medis. Kita tetap geratiskan untuk warga Kota Mataram. Kecuali dengan alasan liburan atau apa, tetap bayar,” ungkap dr Jack. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Polisi Amankan Wanita Bawa Sabu

Read Next

Ari Akan Kembali Pimpin PKB NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *