Banjir Rendam Tiga Desa di Lobar, Satu Jembatan Putus

  • Bagikan
F BANJIRR
IST/RADAR MANDALIKA PUTUS: Kondisi jembatan penghubung Dusun Bengkang Desa Persiapan Pengantap Sekotong yang putus diterjang banjir Jumat (12/11) lalu.

LOBAR – Banjir menerjang tiga desa di Kecamatan Sekotong. Hingga menyebabkan satu jembatan penghubung Dusun Bengkang Desa persiapan Pengantap terputus akibat diterjang banjir. Dari informasi yang diserap, jembatan itu dikabarkan terputus saat warga setempat tengah melaksanakan ibadah salat Jumat, sekitar pukul 12.30 Wita. Di desa itu dilaporkan dua dusun terendam banjir, yaitu Dusun Bengkang dan Pengantap. Kemudian di Desa Buwun Mas, dan satu dusun di Kombang terdampak. Di mana ada puluhan Kepala Keluarga (KK) yang dikabarkan terdampak banjir. Selanjutnya di Desa Sekotong Tengah, dusun yang terdampak adalah Dusun Karang Lebah dan Dusun Elak Juring.

“Dari keterangan kadusnya, di Dusun Pengantap ada 29 KK yang terdampak. Dan di Dusun Bengkang ada 37 KK yang terdampak,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lobar, H Tohri, saat dikonfirmasi, akhir pekan.

Dari data sementara yang dicatat BPBD, KK yang terdampak sekitar 66 KK. Terlebih akibat terputusnya akses jembatan di Dusun Bengkang, mengakibatkan sejumlah orang harus terisolir.  Bantuan sembako pun sudah diberikan BPBD pasca kejadian itu.

 “Yang terdampak banjir itu sekitar 66 KK dan jembatan di Dusun Bengkang putus. Akibatnya banyak warga yang terisolir,” bebernya.

PJ Kades Empol, Mulyadi mengakui bahwa desa itu menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba. Namun, dampak banjir kali ini dirasa lebih parah dari sebelumnya. Akibat adanya saluran yang sedang ditutup karena program Pugar di kawasan itu. Sehingga hal itu dinilai menjadi pemicu genangan. Disebutkannya, Dusun Madak 1 dan Madak 2 yang terdampak banjir.

 “Airnya langsung surut saat hujan reda, tapi ada beberapa rumah yang masih tergenang,” tuturnya.

Tepisah, Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Arthadana yang dikonfirmasi membenarkan jembatan yang ada di Dusun Bengkang terputus. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah provinsi selaku yang memiliki kewewenangan. Terlebih jembatan yang putus berada di jalan provinsi.

“Penanganannya masuk perencanaan DAK provinsi tahun 2022,” sebut Made. Sementara untuk penanganan darurat saat ini masih sedang didiskusikan dengan pemerintah provinsi. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *