LOBAR—Senggigi Sunset Show yang diselenggarakan di Amphitheater Pasar Seni Senggigi terus menunjukkan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Event seni budaya yang diinisiasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sukses menghidupkan kembali kawasan pariwisata ikonik Senggigi. Hal ini membuat pemerintah kabupaten (Pemkab) Lobar berencana membuat event ini akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang.
Alasannya, animo pengunjung stabil setiap pekannya menjadi bukti event berkala Lobar ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Ruang kreasi ini tidak hanya mempromosikan seni lokal, namun juga membawa dampak ekonomi riil bagi para pelaku usaha di sekitarnya.
Memasuki pekan ke-9, animo penonton itu menunjukkan peningkatan yang pesat. Bahkan kapasitas Amphitheater Pasar Seni Senggigi tidak mampu menampung seluruh pengunjung yang hadir. Alhasil, banyak wisatawan melimpah hingga ke area pesisir pantai Senggigi, menikmati pertunjukan sembari bersantai memandangi matahari terbenam (sunset).
Kehadiran ragam atraksi seni budaya tradisional Lombok yang ditampilkan setiap kecamatan di Lobar tidak pernah gagal memukau wisatawan. Terlebih latar pemandangan alam Senggigi menambah daya tarik yang khas.
Selain itu, event seni budaya juga berhasil menciptakan suasana hiburan ramah keluarga sekaligus menarik perhatian wisatawan asing. Dampak ekonomi juga dirasakan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keberadaan Senggigi Sunset Kuliner, para pedagang lokal mencatatkan peningkatan pendapatan yang signifikan selama acara berlangsung.
Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha yang didampingi sang suami H. Utman Rifqi beserta Kepala Disparekrafpora Agus Gunawan dan sejumlah kepala OPD melihat suasana event itu, Sabtu (31/10). Rasa bahagia terpancar jelas dari raut wajah wanita yang akrab disapa Ummi Nurul itu ketika melihat ramainya pengunjung event itu.
“Alhamdulillah, senang sekali rasanya perjuangan untuk meramaikan Senggigi semakin terlihat hasilnya,” ungkap Ummi Nurul.
Kesuksesan event ini tidak terlepas dari peran kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Parekrafpora, seluruh camat di Lobar, hingga pelaku usaha perhotelan, pelaku usaha, dan pemerintah desa. Termasuk sanggar seni dan talent yang tetap tampil di event Lobar itu.
“Terima kasih semuanya telah berjuang meramaikan event ini. Alhamdulillah, kita dapat dukungan yang besar dari masyarakat, perhotelan di Senggigi juga ikut mensupport,” ujarnya berterima kasih.
Bertambahnya UMKM yang berjualan di event itu juga dinilai Ummi Nurul sebagai penanda animo masyarakat yang cukup tinggi. Kini kawasan itu menjadi lokasi alternatif liburan keluarga, termasuk juga bagi para turis mancanegara.
“Alhamdulillah, UMKM bertambah, artinya semakin banyak yang datang,” ucapnya.
Ummi Nurul juga memastikan pada 2027 penataan atau revitalisasi Pasar Seni Senggigi akan mulai dikerjakan. Komunikasi intens pihak nya dengan pemerintah provinsi terus dilakukan. Mengingat penataan kawasan itu tidak hanya mencakup area pasar seni, namun hingga kawasan Pelabuhan Senggigi Lobar.
“Dan saya juga sudah dipastikan oleh pihak Kementerian Pariwisata saat berkunjung ke ruangan saya, bahwa anggaran sekitar Rp84 miliar sudah aman untuk penataan kawasan wisata Senggigi. Ini luar biasa, dan kita doakan lancar,” ungkap Ummi Nurul yang didampingi Kadisparekrafpora Agus Gunawan.
Meski tidak dipungkiri kondisi pembangunan itu nantinya akan juga berdampak pada pelaksanaan Senggigi Sunset Show 2027 mendatang, namun Ummi Nurul memilih tidak menunda pelaksanaannya, melainkan mengubah sedikit konsepnya, termasuk rencana lokasinya yang dialihkan.
Kolaborasi dengan perhotelan akan coba dijajaki untuk menjadi lokasi event itu, dengan konsep yang sedikit diubah waktunya.
“Sudah ada Aruna Senggigi yang mau kerja sama, mungkin nanti waktu pelaksanaannya yang disesuaikan. Karena sayang kalau kita mau stop event ini, karena animo masyarakat sudah tinggi,” pungkasnya. (Win)

