Oleh : Komaruddin Hidayat
(Ketua Dewan Pers)
Pada tahun 2019 saya berdiskusi dengan seorang teman yang mendalami kajian graphologi. Yaitu membaca karakter seseorang lewat tandatangan atau tulisannya. Waktu itu saya dibuat cukup kaget oleh hasil analisisnya. Dengan menganalisis tandatangannya, teman tadi menyatakan, tanda tangan Jokowi bisa dibedakan menjadi tiga bagian. Pertama, potongan awal tandatangan itu terpisah, ditutup oleh garis tegas.
Menurutnya Jokowi hendak memutuskan atau menutupi perjalanan masa lalunya. Ini mengindikasikan bahwa dia menyimpan rahasia hidup masa lalu yang secara sengaja ditutupi rapat-rapat. Tandatangan demikian ini memang kurang lazim. Biasanya goresan dan tarikan garis tandatangan itu menyambung, bukan malah dipenggal.
Bagian kedua, yaitu tengahnya, terlihat goresan tajam yang berhimpitan dan kurang teratur. Teman grafolog tadi menafsirkan bahwa Jokowi memiliki karakter yang kejam, tak segan menindas dan memotong orang2 yang berada disekitarnya. Lalu bagian ketiga berupa ujung tandatangannya yang ditandai dengan dua garis ke bawah dan ke atas. Ini juga tidak lazim. Ini mengindikasikan dia memiliki ambisi dan mimpi jauh ke depan, bukannya garis landai yang menandai sikap pasrah dalam menjalani hidup.
Analisis grapholog tadi agaknya tidak jauh meleset dari sepak terjang politiknya yang menyimpan banyak potongan hidupnya yang remang2 dan ambisinya untuk membangun dinasti. (*)
Keterangan Foto: Komaruddin Hidayat (Foto: dokumen pribadi)
