LOMBOK TENGAH– Dalam upaya mendorong kemandirian dan peningkatan nilai ekonomi peternak lokal, Yayasan Andini Bawono Lestari menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemotongan Halal dan Pembibitan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) pada Senin (12/10/2026). Kegiatan ini bertempat di Aula Koperasi Makmur Aman Sejahtera (MAS Jago), Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari implementasi program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Lombok Tengah. Pelatihan ini diikuti oleh 28 peserta yang merupakan perwakilan dari tiga koperasi peternakan, yaitu Koperasi Makmur Aman Sejahtera, Koperasi Petani Peternak Modern, serta Koperasi Ngaro Ngarat Jaya Usaha. Acara ini turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, yakni Zaenal Arifin, S.ST., dan perwakilan dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BRMP NTB), yaitu Awaludin Hipi, M.Si.

Untuk memperkuat kompetensi teknis peserta, Bimtek ini menghadirkan dua pakar peternakan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yakni Dr. Ir. Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc., IPM. yang memaparkan materi tata cara Penyembelihan Halal Ayam, serta Ir. Riyan Nugroho Aji, S.Pt., M.Sc., IPP. yang memberikan pelatihan teknis terkait Inseminasi Buatan (IB) pada Ayam Kampung.

Ketua program ICARE dari Yayasan Andini Bawono Lestari, Dr. Ir. Aji Praba Baskara, S.Pt., IPM., menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab tingginya permintaan pasar terhadap komoditas ayam KUB yang tersertifikasi halal, sekaligus mendorong efisiensi produksi di tingkat peternak.

“Program Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas peternakan ayam KUB di Lombok Tengah. Kami berharap para peternak dan anggota koperasi dapat menerapkan teknik penyembelihan yang sesuai syariat Islam dan ke depan mampu mengantongi sertifikasi resmi guna meningkatkan nilai jual produk,” ujar Aji Praba.

Ia menambahkan, pembekalan teknologi reproduksi berupa inseminasi buatan diharapkan mampu mewujudkan kemandirian bibit di tingkat lokal. “Melalui keterampilan IB, koperasi diharapkan dapat membudidayakan bibit ayam KUB secara mandiri dan efisien, sehingga ketergantungan pasokan berkurang dan produktivitas peternak semakin meningkat,” imbuhnya.

Pelaksanaan pelatihan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Sahdi, salah satu peserta dari koperasi Makmur Aman Sejahtera, mengungkapkan apresiasinya atas ilmu praktis yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

“Sebelumnya kami hanya mengetahui pemotongan ayam secara umum, namun lewat pelatihan ini kami memahami tata cara penyembelihan mendalam yang benar-benar sesuai dengan syariat. Selain itu, kami baru mengetahui bahwa teknologi inseminasi buatan dapat diterapkan pada ayam,” tutur Sahdi.

Menurut Sahdi, inovasi IB tersebut membawa manfaat efisiensi yang sangat signifikan bagi peternak. “Satu pejantan kini bisa dimanfaatkan untuk mengawinkan 5 hingga 20 ekor betina, sehingga sangat menghemat biaya pakan pemeliharaan pejantan. Ilmu ini akan segera kami praktikkan di lapangan,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara akademisi, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, dan koperasi lokal ini, program ICARE di Lombok Tengah diharapkan terus mempercepat transformasi peternakan rakyat menuju model usaha agribisnis yang modern, higienis, dan berdaya saing tinggi. (*)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *