LOBAR—Universitas Bima Internasional (UNBIM) MFH Mataram kembali menunjukkan komitmennya menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Berkolaborasi bersama perguruan tinggi asal Filipina dan sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di NTB, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berskala internasional digelar di Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Minggu (20/9).
Dihadiri langsung oleh perwakilan dari tiga universitas ternama asal Filipina, yaitu Wesleyan University, Our Lady of Fatima University, serta Arellano University. Tidak hanya mengirimkan delegasi mahasiswa, program ini juga didukung langsung oleh kedatangan tiga profesor asal Filipina untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan.
Sementara keterlibatan perguruan tinggi lokal seperti Universitas Islam Al-Azhar (Unizar), Akademi Kebidanan Lombok Raya (Akbid KLU / Akademi Bisnis Lombok), Universitas Samawa (Unsa), serta Politeknik Muhammadiyah Dahlan Bima. Para dosen dan mahasiswa dari masing-masing kampus hadir bersama untuk menyukseskan program pengabdian tersebut.
“Ini pertama kali dilaksanakan pengabdian internasional di Kuranji Dalang. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa atas dukungannya,” terang Rektor UNBIM Mataram, Dr. apt. Ajeng Dian Pertiwi kepada awak media di sela acara.
Bukan tanpa alasan, Pantai Batas Senja 2 Desa Kuranji Dalang dipilih menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kawasan pesisir dengan potensi pariwisata yang sangat besar namun belum terekspos secara maksimal ke tingkat nasional maupun internasional menjadi alasannya.
Kondisi pantai yang landai, suasana bersih, serta keasriannya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari ketenangan. Selain itu, kondisi sosial masyarakat setempat dan para pedagang yang ramah, serta lingkungan yang tertib tanpa gangguan pengamen, menjadi keunggulan tersendiri bagi destinasi ini.
“Sehingga sangat potensial tetapi belum tereksplorasi dengan baik,” jelas Bu Rektor tersebut.
Keindahan dan keunikan tata kelola pesisir Kuranji Dalang juga memberi inspirasi tersendiri bagi akademisi asal Filipina. Tradisi pengabdian masyarakat yang terintegrasi secara langsung dengan pemberdayaan pesisir menjadi model pembelajaran yang ingin diadopsi para akademisi Filipina untuk diterapkan di negara mereka.
Rangkaian pengabdian masyarakat internasional ini diisi dengan dua agenda utama yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kegiatan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 150 warga masyarakat Desa Kuranji Dalang. Sementara itu, kegiatan lainnya berupa aksi beach clean-up dilakukan di sepanjang garis pantai untuk menjaga kebersihan dan estetika lingkungan sekitar.
“Kesehatan dan kepedulian lingkungan merupakan satu linearitas yang tidak saling meninggalkan. Kalau sehat berarti lingkungannya harus sehat, dan kalau lingkungan bersih maka kesehatan juga menunjang,” papar Rektor UNBIM.
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini bukanlah yang pertama kali digelar oleh UNBIM Mataram. Program ini merupakan agenda rutin institusi yang terus digalakkan secara berkelanjutan untuk memperluas jejaring internasional serta memberikan dampak langsung kepada masyarakat luas.
Sebelumnya, pada awal tahun, UNBIM telah sukses melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang bekerja sama dengan perguruan tinggi asal Malaysia. Program KKN tersebut melibatkan 23 mahasiswa dari Malaysia yang disebar di 24 desa di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Penutupan agenda pengabdian masyarakat di akhir tahun ini menjadi penegas komitmen UNBIM dalam merealisasikan visi internasionalisasi kampus yang bermanfaat nyata bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Dekan Our Lady of Fatima University, Dr. Jose Jurel M. Nuevo kagum dengan kegiatan pengabdian masyarakat internasional itu. Menurutnya, pertemanan sudah lama terjalin dengan pendiri UNBIM, Dr. Syamsuriansyah sejak tergabung dalam ASEAN Association of Schools of Medical Technology (AASMT). Jaringan kemitraan antarkampus terus dibangun untuk mendorong sinergi yang saling menguntungkan dalam ranah Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Memberikan dukungan langsung terhadap perkembangan kampus di Indonesia, termasuk Universitas Bima Internasional yang sebelumnya dikenal sebagai Politeknik Medika Farma Husada Mataram. Sinergi ini diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan serta komunikasi intensif antar-pimpinan perguruan tinggi.
“Jadi kami terus berkomunikasi dengan Dr. Syam mengenai bagaimana kampus di Filipina seperti kami bisa membantu mereka, dan bagaimana kampus di Indonesia juga bisa membantu Filipina. Begitulah cara kami menjalin hubungan dengan Universitas Bima Internasional. Dulu namanya Politeknik Medika Farma Husada Mataram, saya masih ingat itu. Dan sekarang sudah menjadi universitas,” terangnya.
Kemitraan dan pertemanan itu terus berlanjut dengan berbagai program. Bahkan ini menjadi kali kedua dirinya datang ke Lombok. Demi mempererat kemitraan itu, pihaknya berencana melakukan pertukaran pelajar atau mahasiswa antara universitas di Indonesia dengan Filipina.
“Kami berencana mengadakan kolaborasi penelitian antara berbagai universitas di bawah Dr. Syam dan PASMETH (Philippine Association of Schools of Medical Technology) di Filipina,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Kuranji Dalang, M. Sidik berterima kasih kepada pihak universitas yang telah memilih desanya menjadi lokasi Pengabdian Masyarakat Internasional. Kegiatan bersih-bersih pantai dan pemeriksaan kesehatan gratis itu sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakatnya.
Terutama, kata Sidik, kegiatan ini mendukung perkembangan destinasi wisata yang belum lama ini dibuat desa untuk pengembangan desa wisata tersebut.
“Antusiasme kami di pemerintah desa dari BPD, perangkat desa, BKD semuanya lengkap mengikuti kegiatan ini,” ucap Sidik. (Win)

